Warga Sukolilo Geruduk Balai Desa, Tuding Ada Markup Dana Desa di Proyek Jembatan

Berita, Pati1296 Dilihat

PATI – PortalMuria.com | Aroma ketidakberesan pengelolaan Dana Desa (DD) kembali mencuat. Kamis siang (11/12/2025), puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Sukolilo mendatangi Balai Desa Sukolilo, menuntut kejelasan atas dugaan markup anggaran pada sejumlah proyek desa.

Aksi yang berlangsung tegang namun kondusif itu dipimpin langsung oleh Koordinator Aksi, Suyono. Mereka membawa spanduk, melakukan orasi, dan menuntut Pemdes Sukolilo membuka data penggunaan Dana Desa secara transparan, khususnya terkait proyek perbaikan jembatan yang dinilai sarat kejanggalan.

Di hadapan aparat desa, kecamatan, dan kepolisian, Suyono menyampaikan kekecewaan warga terhadap minimnya keterbukaan pemerintah desa.

“Kita sebagai masyarakat menuntut Pemdes untuk lebih transparan dalam pengelolaan Dana Desa. DD dari APBN, APBN dari uang rakyat. Jadi kami punya hak untuk mengawasi,” tegasnya.

Warga menilai sejumlah proyek DD terindikasi tidak dikerjakan sesuai standar. Proyek perbaikan jembatan menjadi fokus sorotan: spesifikasi bahan berubah dari RAB awal, volume pekerjaan tidak konsisten, dan akses penghubung jembatan–jalan tidak dianggarkan.

“Temuan ini menguatkan dugaan markup. Kita pantau agar semua sesuai RAB,” tambah Suyono.

Setelah berorasi, warga memasuki Balai Desa untuk audiensi terbuka bersama Kepala Desa Sukolilo, Ahmad Amirudin. Turut hadir Camat Sukolilo, Andrik Sulaksono, dan Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Di ruang balai desa, warga menyampaikan detail dugaan penyimpangan anggaran. Proyek jembatan setinggi melebihi elevasi jalan dinilai tidak logis jika tak disertai pengecoran penghubung—yang justru absen dalam RAB.

Menanggapi tudingan markup, Kades Ahmad Amirudin membantah keras. Ia menegaskan bahwa proyek jembatan senilai Rp 230 juta dari Dana Desa tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi.

“Tidak ada markup. Memang ada perubahan dari RAB awal, tapi itu sudah kesepakatan warga dan konsultasi dengan kecamatan,” ujarnya.

Amirudin mengakui adanya penyesuaian ketebalan dan material, namun menyebut hal itu bagian dari dinamika teknis di lapangan. Ia juga berjanji segera melakukan pengecoran akses penghubung jembatan dengan jalan—pekerjaan yang sebelumnya tak tercantum dalam RAB.

“Dalam RAB tidak ada pengecoran jembatan. Tapi akan kami kerjakan dalam waktu dekat,” tambahnya.

Meski Kades membantah, warga tetap merasa tidak puas. Dugaan perubahan spesifikasi dan volume tanpa publikasi RAB terbaru semakin menguatkan tuntutan warga akan audit independen terhadap seluruh proyek DD di Sukolilo.

Aksi ini menjadi sinyal keras bahwa warga tidak lagi pasif dalam mengawasi aliran Dana Desa—anggaran besar dari negara yang kerap rawan disalahgunakan.

(Red.)