Tanggul Sungai Widodaren Jebol, Permukiman Ketitang Wetan dan Jalur Pantura Pati–Rembang Terendam Banjir

Berita, Pati1171 Dilihat

PATI – PortalMuria.com | Kepanikan menyergap warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Pati, pada Rabu (10/12/2025) malam. Tanggul Sungai Widodaren kembali jebol, membuat air meluber deras ke permukiman dan jalur Pantura Pati–Rembang. Hanya dalam hitungan menit, rumah-rumah warga terendam hingga 30 sentimeter, sementara jalan nasional yang menjadi urat nadi transportasi Jawa ini ikut tergenang.

Pantauan di lapangan pukul 20.20 WIB memperlihatkan air mengalir deras dari arah sungai ke rumah-rumah warga. Kondisi semakin memburuk lantaran debit air kiriman dari Pegunungan Kendeng terus meningkat.

“Ini tanggul Sungai Widodaren di Desa Ketitang Wetan kembali jebol dan meluap merendam permukiman warga,” ujar Hasan, salah satu warga, saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, banjir datang sejak petang dan kian meninggi menjelang malam. Sampah batang bambu yang menyangkut di jembatan kecil memperparah kondisi, hingga struktur jembatan itu roboh pagi tadi dan belum sempat diperbaiki.

“Jembatan yang roboh tadi pagi masih belum diperbaiki. Ini banjir juga meluas ke Jalan Pantura Pati–Rembang. Jalur Pantura padat merayap,” tambah Udin, warga lainnya.

Air yang meluap tak hanya merendam permukiman, tetapi juga menutup jalur Pantura sepanjang 100 meter. Genangan setinggi 10–20 sentimeter membuat kendaraan harus melaju perlahan. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kendaraan mogok.

Bripka Arif Widya dari Polsek Batangan memastikan arus kendaraan roda empat masih bisa melintas, meski dengan kecepatan terbatas.

“Untuk arus lalu lintas roda empat masih bisa berjalan. Sekitar 100 meter jalur pantura terendam banjir 10 sampai 20 sentimeter,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa banjir dipicu luapan Sungai Widodaren yang menerima limpasan air cukup besar dari wilayah selatan, ditambah penyumbatan sampah di salah satu titik sungai.

“Disebabkan aliran sungai meluap akibat penyumbatan sampah sehingga air limpas ke arah pantura,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda perbaikan tanggul yang kembali jebol tersebut. Warga berharap pemerintah bergerak cepat, karena jebolnya tanggul Sungai Widodaren sudah bukan kejadian pertama.

Dengan curah hujan yang masih tinggi beberapa hari terakhir, warga Ketitang Wetan kembali dihantui ketakutan akan banjir susulan.

(Red.)