Program Servis & Ganti Oli Gratis untuk Ojol Jepara: Baznas Hadirkan Manfaat Nyata dari Dana Zakat

Berita, Jepara1065 Dilihat

JEPARAPortalMuria.com – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Jepara mendapat angin segar menjelang akhir tahun. Selama dua hari, Kamis–Jumat (4–5/12/2025), mereka memadati area Gedung Wanita Jepara untuk mengikuti program servis dan ganti oli gratis, sebuah inisiatif yang lahir dari kolaborasi Baznas RI dan Baznas Kabupaten Jepara.

Program ini bukan sekadar ganti oli. Di balik bunyi mesin yang diperiksa dan baut yang dikencangkan, terdapat pesan kuat tentang keberpihakan kepada masyarakat kecil. Hal ini juga ditegaskan Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Asisten I Sekda Jepara Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Diyar Susanto.

“Hari ini para pengemudi ojek online bisa merasakan langsung manfaat dari dana zakat. Mudah-mudahan ini menjadi proses awal, yang semula menerima, kelak bisa menjadi pihak yang memberi,” ujar Diyar.

Diyar juga menitipkan pesan kepada para pengemudi ojol agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kesehatan, serta menjaga kekompakan sebagai komunitas yang menopang mobilitas masyarakat.

Ketua Baznas Kabupaten Jepara, Sholih, menuturkan bahwa program ini memang dirancang untuk menyentuh kelompok masyarakat yang sehari-hari berjuang di jalanan untuk menafkahi keluarga.

“Para pengemudi ojek online termasuk mustahik karena penghasilannya masih terbatas. Harapan kami, kegiatan ini membawa keberkahan dan pada saatnya mereka mampu menjadi muzakki,” ujarnya.

Kegiatan ini juga melibatkan bengkel motor Z-Auto, yang tak lain adalah mustahik binaan Baznas Jepara. Selain memberi manfaat kepada pengemudi ojol, program ini sekaligus memberdayakan pelaku usaha kecil agar terus tumbuh.

Dana kegiatan dihimpun dari sedekah masyarakat yang disalurkan melalui gerai Alfamart dan Alfamidi. Secara nasional, Baznas menargetkan 5.000 penerima manfaat dari program serupa di berbagai daerah.

Salah satu penerima manfaat, Ana Dwi Cahyanti, pengemudi ojol perempuan yang sudah dua tahun bekerja di jalanan, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.

“Terima kasih kepada Baznas. Program ini sangat membantu kami, terutama untuk mengurangi biaya servis motor yang kami pakai setiap hari,” ucapnya.

Bagi Ana dan banyak pengemudi lainnya, mesin motor yang sehat berarti penghasilan yang tetap mengalir. Program sederhana seperti servis gratis ini, bagi mereka, bukan sekadar bantuan teknis—tetapi bentuk kepedulian yang memberikan napas panjang untuk terus bekerja.

Dengan pendekatan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar pekerja sektor informal, program ini menunjukkan bagaimana dana zakat dapat dikelola secara strategis dan menyentuh kelompok yang benar-benar membutuhkan. Di tengah dinamika ekonomi yang tidak mudah, langkah Baznas menjadi contoh bagaimana solidaritas sosial dapat menggerakkan banyak pihak menuju kesejahteraan bersama.

(Red.)