Bantuan Pusat Hampir Rp 3 Miliar, BPBD Rembang Diminta Siaga 24 Jam Hadapi Potensi Bencana

Berita, Rembang902 Dilihat

REMBANGPortalMuria.com – Pemerintah pusat benar-benar tidak main-main dalam memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Rembang. Total bantuan sarana dan prasarana yang telah digelontorkan mencapai hampir Rp 3 miliar, mencakup peralatan taktis hingga dukungan logistik. Terbaru, BPBD Rembang menerima mobil operasional baru senilai Rp 600 juta, menambah deretan fasilitas yang siap dikerahkan kapan saja.

Dalam apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana di halaman Kantor Bupati, Jumat pagi (5/12/2025), Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang, Sri Jarwati, menegaskan bahwa bantuan pusat tersebut bukan hanya simbol, tetapi mandat kuat agar seluruh perangkat bencana selalu berada dalam kondisi siap pakai.

“BPBD itu harus siap meskipun tidak ada bencana. Lampu penerangan darurat yang kita dapat dari pusat pada akhir 2024 saja, meski belum pernah dipakai, tetap kita cek rutin. Jangan sampai rusak karena terlalu lama menganggur,” ujar Sri Jarwati di hadapan peserta apel.

Pada kegiatan tersebut, berbagai peralatan ditampilkan dan diuji langsung—mulai dari lampu darurat untuk lokasi pengungsian hingga mobil operasional terbaru. Sejumlah komunitas relawan pun turut hadir, memastikan koordinasi tetap solid saat dibutuhkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, Moch. Hanies Cholil Barro’, yang memimpin apel, menegaskan bahwa mitigasi dan penanganan bencana tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial. Ia menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh, baik dari sisi personel maupun infrastruktur.

“Ya apel orang, ya sekaligus mengapelkan peralatannya. Kalau sewaktu-waktu ada bencana, kita tidak boleh gagap. Semua harus siap,” tegas pria yang akrab disapa Gus Hanies.

Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab kebencanaan bukan hanya berada di tangan pemerintah daerah.

“Tidak ada wilayah di Indonesia yang benar-benar aman dari bencana. Kalau terjadi bencana, bukan hanya pemerintah saja yang turun, tapi TNI, Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat wajib bergerak bersama,” imbuhnya.

Dengan bantuan puluhan peralatan baru dan dukungan lintas sektor yang semakin kompak, Rembang kini memasuki musim penghujan dengan persiapan yang jauh lebih matang. Pemerintah daerah berharap kesiapsiagaan ini bukan hanya kewaspadaan musiman, tetapi menjadi budaya tangguh bencana yang berkelanjutan.

(Red.)