Bupati Kudus Apresiasi Jambore & Apel Relawan NU: Perkuat Kesiapsiagaan Bencana hingga Layanan Kesehatan Komunitas

Berita, Kudus1032 Dilihat

KUDUS, PortalMuria.com – Suasana di kompleks MWC NU Dawe, Jumat (5/12/2025), berubah menjadi arena konsolidasi besar relawan. Ratusan anggota Relawan NU dari berbagai kecamatan berkumpul dalam Jambore dan Apel Gelar Pasukan Relawan NU Kabupaten Kudus, sebuah momentum yang bukan sekadar seremoni, tetapi apel kebencanaan yang menunjukkan kesiapan nyata di lapangan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris hadir langsung dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan yang selama ini tampil sebagai garda terdepan mitigasi dan respons bencana. Menurutnya, kontribusi Relawan NU telah menjadi bagian penting dalam ekosistem penanganan darurat di Kudus—mulai dari banjir, tanah longsor, hingga tugas-tugas kemanusiaan lainnya.

“Relawan NU bukan hanya bergerak ketika bencana datang, tetapi menjaga solidaritas sosial setiap saat. Jambore ini menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan, memperkuat koordinasi, dan membangun sinergi dengan berbagai stakeholder,” ujar Bupati Sam’ani.

Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan institusi menjadi kunci utama mempercepat respons dan meminimalkan risiko korban.

Usai apel pasukan, Bupati Sam’ani melanjutkan agenda dengan meninjau Klinik Pratama NU Medika Dawe, fasilitas kesehatan berbasis komunitas yang berdiri sebagai salah satu pilar ketangguhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia melihat langsung layanan yang disediakan, terdiri dari pemeriksaan dasar hingga pelayanan kesehatan secara preventif. Menurutnya, keberadaan klinik ini bukan sekadar layanan medis, tetapi bagian dari strategi pencegahan bencana non-alam, termasuk kesehatan masyarakat yang rentan.

“Ketangguhan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kesiapan menghadapi bencana fisik, tetapi juga kesehatan warganya. Klinik seperti NU Medika ini menjadi penguat ekosistem kesehatan berbasis komunitas,” tegasnya.

Kegiatan relawan NU di Kudus kembali menegaskan bahwa kekuatan masyarakat lokal—yang dibangun dari solidaritas, kepedulian, dan gotong royong—masih menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan kebencanaan.

Dengan pertemuan ini, pemerintah daerah dan relawan semakin menunjukkan bahwa sinergi bukan slogan, namun kerja bersama yang terlihat di lapangan.

(Red.)