JAKARTA, PortalMuria.com — Pemerintah pusat kembali menunjukkan keseriusan dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera. Kementerian Pertahanan RI resmi menerima hibah empat unit kendaraan taktis double cabin Scorpio Vigar dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Penyerahan berlangsung di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (5/12/2025), dan diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemhan, Letjen TNI Tri Budi Utomo, dari Direktur Utama PT Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota.
Hibah ini datang pada momentum kritis. Sejak akhir November, sejumlah wilayah di Sumatera porak-poranda diterjang banjir bandang, tanah longsor, dan ambruknya sejumlah infrastruktur vital. Akses jalan nasional di banyak titik lumpuh total, puluhan kabupaten/kota terisolasi, dan jalur distribusi logistik nyaris tak bisa ditembus kendaraan standar.
Medan bencana yang tertutup lumpur tebal serta material longsor menuntut kendaraan dengan spesifikasi tangguh. Scorpio Vigar hadir mengisi kebutuhan itu. Ditenagai mesin M-Hold berdaya besar dan sistem penggerak Shift-on-the-Fly 4×4, kendaraan ini memungkinkan pengemudi mengubah mode penggerak tanpa perlu berhenti — sebuah kemampuan vital ketika jalur evakuasi berubah drastis dari aspal rusak ke lumpur ekstrem dalam hitungan detik.
Teknologi tersebut membuat Scorpio Vigar dapat bergerak lincah di jalur putus, menembus lokasi pengungsian, hingga mengangkut logistik ke titik-titik yang terisolasi. Kehadirannya diproyeksikan untuk mempercepat mobilitas tim gabungan yang kini bekerja siang-malam di Sumatera.
Sekjen Kemhan RI menegaskan bahwa hibah ini bukan sekadar bantuan kendaraan, melainkan dukungan strategis untuk operasi kemanusiaan yang kini menjadi prioritas nasional.
“Kendaraan yang kita terima ini memiliki fitur penggerak 4×4 sehingga dapat melakukan manuver di medan sulit dan berlumpur. Harapannya proses distribusi logistik kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana dapat berjalan dengan lancar,” ujar Letjen TNI Tri Budi.
Ia menyebut hadirnya Scorpio Vigar akan mempercepat penyaluran bantuan ke daerah terdampak parah yang masih menunggu suplai makanan, obat-obatan, hingga perlengkapan darurat.
Hibah ini menjadi bukti nyata sinergi pertahanan nirmiliter yang melibatkan pemerintah, sektor industri, dan unsur kemasyarakatan dalam menghadapi bencana berskala nasional. Kolaborasi seperti inilah yang diharapkan mempercepat proses pemulihan dan membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.
Dengan langkah ini, Kemhan menegaskan kembali bahwa pertahanan bukan hanya soal alat utama tempur, tetapi juga soal keberpihakan pada rakyat ketika bencana melanda.
Empat unit Scorpio Vigar itu dijadwalkan segera dikirim ke Sumatera untuk memperkuat operasional lapangan dan mempercepat pemulihan wilayah-wilayah yang masih terkepung lumpur dan kerusakan infrastruktur.
(Red.)














