Kasus Kereta Api Rp143,5 Miliar: KPK Segera Rekomendasikan Penonaktifkan Sudewo?

Nasional433 Dilihat

Jakarta , PortalMuria.com – Gedung Merah Putih KPK kembali jadi panggung tekanan publik. Senin (1/9/2025), ratusan warga Pati yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendatangi kantor lembaga antirasuah itu. Tuntutan mereka jelas: segera menonaktifkan sekaligus menetapkan Bupati Pati, Sudewo (SDW), sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api Jawa Tengah.

Koordinator aksi, Supriyono alias Botok, bahkan menyebut KPK telah berjanji menerbitkan surat rekomendasi penonaktifan Sudewo hari ini. “Surat itu akan dikirim langsung kepada Mendagri Tito Karnavian dan Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto,” ujarnya di depan massa.

Aksi berlangsung damai. Sekitar 350 warga duduk bersila, melantunkan selawat. Namun, damainya suara doa justru kontras dengan kerasnya pesan spanduk. Salah satunya terbentang lebar di pagar KPK:

“Pak Prabowo Tolong Sudewo Segera Jadikan Tersangka. Jika tidak, Gerindra akan diboikot Pati.”

Jejak Uang Rp700 Juta

Nama Sudewo terseret setelah KPK mengendus adanya aliran dana Rp700 juta sebagai commitment fee dari proyek senilai Rp143,5 miliar. Politikus Gerindra itu sebelumnya sudah diperiksa penyidik hampir tujuh jam.

Kepada wartawan, Sudewo membantah keras. “Semua pertanyaan saya jawab sejujur-jujurnya. Itu uang pendapatan dari DPR RI,” kilahnya.

Tekanan Politik Menguat

Desakan agar Sudewo segera ditetapkan tersangka tak sekadar soal hukum, tapi juga mulai menyerempet ke ranah politik. Ancaman boikot terhadap Gerindra di Pati jadi bukti bahwa kasus ini bisa berbuntut panjang.

Kini, bola ada di tangan KPK: apakah berani melangkah cepat, atau memilih menunda dengan risiko kehilangan kepercayaan publik.(Red.)