Polisi Masuk Sekolah: Pesan Kamtibmas Jadi Materi Apel Pagi di Pati

Pati863 Dilihat

PATI , PortalMuria.com – Suasana apel pagi di sejumlah sekolah di Kabupaten Pati pada Senin (1/9/2025) terasa berbeda. Bukan kepala sekolah atau guru yang memimpin barisan, melainkan polisi berseragam lengkap.

Polresta Pati menggelar apel serentak di SMK dan SMA negeri maupun swasta, pasca memanasnya situasi akibat unjuk rasa terkait kematian seorang pengemudi ojek online. Agenda yang dipusatkan di SMK Negeri 1 Pati itu dipimpin Kasat Binmas Kompol Sunar, mewakili Kapolresta Pati.

“Kami hadir bukan sekadar menyapa, tapi membekali adik-adik agar tidak terseret arus isu provokatif, apalagi usai aksi demonstrasi kemarin,” kata Sunar dalam amanatnya.

Medsos Jadi Sorotan

Dalam pidato yang penuh tekanan, Sunar menyinggung derasnya arus informasi digital. Ia meminta pelajar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Gunakan medsos untuk hal-hal positif seperti prestasi dan pengembangan diri, bukan untuk menyebar hoaks atau ujaran kebencian,” tegasnya.

Peringatan itu tak lepas dari maraknya konten viral pasca demonstrasi, yang sebagian dituding memicu keresahan.

Fokus Belajar, Jauhi Lingkaran Negatif

Selain soal media sosial, polisi juga mendorong pelajar kembali fokus pada pendidikan. “Tugas utama kalian adalah belajar. Jangan buang energi untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,” pesan Sunar.

Ia bahkan menyoroti pentingnya memilih pergaulan sehat, karena teman sebaya diyakini punya andil besar dalam menentukan masa depan remaja.

Polisi di Panggung Pendidikan

Langkah Polresta Pati masuk ke sekolah ini tidak hanya sekadar kegiatan simbolis. Setelah apel di SMK Negeri 1, Sunar melanjutkan safari ke SMK Negeri 2, 4, Bani Muslim, Tunas Harapan, dan Muhammadiyah. Di setiap titik, narasi yang sama digelorakan: sekolah harus steril dari pengaruh negatif dan menjadi kawah candradimuka generasi muda.

“Polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga pelindung, pembina, dan pengayom. Kami ingin anak-anak Pati tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, disiplin, dan berakhlak baik,” ujarnya menutup amanat.

Langkah ini menandai pergeseran strategi kepolisian: dari sekadar meredam demonstrasi di jalanan, kini mereka masuk langsung ke ruang kelas, menyapa generasi muda di panggung pendidikan.(Red.)