JEPARA, PortalMuria.com — Jepara benar-benar memasuki fase percepatan pembangunan paling agresif dalam satu dekade terakhir. Bupati Jepara Witiarso Utomo seperti enggan menginjak rem. Sejak awal 2025, alat berat dan pekerja lapangan nyaris tidak pernah berhenti bekerja, mulai dari Keling, Bangsri, Tahunan, Mayong, hingga Welahan.
Di berbagai titik, suara mesin vibro, truk pengangkut material, hingga penggalian drainase menjadi pemandangan harian. Jepara sedang berubah, dan perubahannya terasa nyata.
Hasil percepatan pembangunan ini bukan sekadar laporan di atas kertas.
Hingga November 2025:
- 335 km jalan sudah selesai dikerjakan
- 128 ruas telah dirampungkan
Dan sisanya dalam tahap finishing di berbagai kecamatan
Bupati Witiarso menegaskan bahwa pembangunan ini bukan proyek estetika jalan mulus semata, tetapi bagian dari strategi besar menggerakkan ekonomi Jepara.
“Jalan mulus membuat mobilitas warga lancar. Pengiriman mebel lebih aman, pertanian lebih cepat masuk pasar, dan wisatawan lebih nyaman datang,” tegasnya.
Ia menambahkan, konektivitas antarkecamatan menjadi kunci agar seluruh sektor ekonomi bergerak serempak, tidak hanya terpusat di daerah tertentu.
Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu momentum investasi infrastruktur terbesar bagi Jepara.
Pemkab Jepara mengalokasikan Rp 40 miliar untuk infrastruktur, dengan rincian:
- Pembangunan drainase: Rp 12,3 miliar
- Rehabilitasi jembatan: Rp 4,5 miliar
- Pembangunan jalan: Rp 6,9 miliar
- Pemeliharaan rutin & berkala: ± Rp 11,3 miliar
Namun kekuatan dana tidak berhenti di APBD.
Dukungan Dana Pengungkit:
- Pinjaman daerah: Rp 86 miliar
- Banprov: Rp 14,5 miliar
Tambahan dari Pemprov Jawa Tengah:
- ± Rp 37 miliar untuk paket pekerjaan jalan
- Rp 143 miliar untuk overlay jalan sepanjang 77,43 kilometer
Kepala DPUPR Jepara Heri Yulianto menyebut bahwa tahun ini merupakan fase pembangunan paling intens dalam beberapa tahun terakhir.

“Dari target 350 km, perbaikan sudah mencapai 335 km pada 128 ruas. Begitu satu ruas selesai, tim langsung bergeser ke titik berikutnya,” jelasnya.
Pekerjaan Masif di Lapangan: Dari Penataan Drainase hingga Overlay Jalan Strategis
Pantauan di berbagai kecamatan menunjukkan progres yang kasat mata:
- Jepara Kota: pengaspalan dan pemadatan intensif
- Kecamatan Kedung: penataan drainase & betonisasi
- Kecamatan Mlonggo: betonisasi & revitalisasi saluran irigasi
- Kecamatan Tahunan, Mayong, Keling, Bangsri: pekerjaan jalan berlangsung maraton
Arah kebijakan 2025 jelas: memperkuat fondasi mobilitas Jepara dari pusat kota hingga pelosok.
Perbaikan infrastruktur yang masif ini langsung dirasakan warga:
- Perjalanan antarkecamatan lebih cepat
- Distribusi produk mebel dan rotan lebih efisien
- Hasil panen lebih cepat masuk pasar
- Akses pendidikan dan kesehatan membaik
- Destinasi wisata makin mudah dijangkau
Jepara tidak hanya membangun fisik, tetapi membangun kecepatan gerak ekonomi.
Dengan ratusan kilometer infrastruktur yang terus digarap dan dukungan dana besar dari berbagai sumber, Jepara berada di jalur yang tepat untuk masuk era baru pertumbuhan ekonomi.
(Red.)












