MTQH Jateng 2025 Resmi Ditutup: Arinal Azka, Sang Qori Tunanetra yang Curi Sorotan dengan Pesan Menggetarkan

JAWA TENGAH397 Dilihat

TEGAL, PortalMuria.com – Ajang Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) XXXI tingkat Provinsi Jawa Tengah resmi ditutup di Pendopo Kabupaten Tegal, Kamis (13/11/2025) malam. Namun dari gemerlap kemenangan dan deretan prestasi, ada satu kisah yang mencuri perhatian: Arinal Azka Firman Syah, peserta tunanetra asal Kudus yang berhasil meraih juara 1 Tilawah Tunanetra Putra.

Arinal, pemuda yang telah tiga kali mengikuti MTQH tingkat provinsi, kembali naik podium tertinggi. Baginya, kemenangan ini bukan sekadar gelar—tapi perjalanan panjang menembus keterbatasan.

“Semoga semakin menambah pengalaman,” ujarnya dengan senyum yang tak bisa disembunyikan.
Ia pun memberikan pesan sederhana namun menghujam bagi peserta lain yang belum berhasil.
“Selalu bersemangat dan jangan menyerah.”

Dalam gelaran tahun ini, Kafilah Kota Semarang tampil garang dan sukses mengunci gelar juara umum. Prestasi itu sekaligus menjadi pemanasan menuju kompetisi nasional 2026, di mana Jawa Tengah akan menjadi tuan rumah.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa status tuan rumah bukan semata kehormatan, tetapi juga beban besar yang harus dijawab dengan prestasi.

“Karena kita menjadi tuan rumah, targetnya jelas: juara umum,” tegasnya saat penutupan.

Ia menyerukan kolaborasi lintas elemen—dari Kanwil Kemenag sampai LPTQ—demi mematangkan persiapan.
“Perlu menyiapkan diri, karena waktunya masih panjang,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, menegaskan bahwa proses seleksi tahun ini bukan sekadar lomba, tetapi pemetaan potensi terbaik untuk mengharumkan nama Jawa Tengah di level nasional.

Para juara akan kembali digembleng melalui Training Center (TC) intensif selama sekitar satu bulan.
“Diasramakan, dengan pembimbing berkapabilitas nasional hingga internasional,” katanya.

Jawa Tengah sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah MTQH Nasional 2026 pada triwulan akhir, dengan Kota Semarang sebagai lokasi utama.

Penutupan MTQH Jateng 2025 bukanlah garis akhir. Bagi Arinal, kisah ini adalah bukti bahwa keterbatasan bukan tembok. Bagi kafilah lainnya, panggung 2026 sudah menanti.

Dan bagi Jawa Tengah, catatan prestasi hari ini adalah janji besar yang harus ditebus saat menjadi tuan rumah tahun depan.

(Red.)