Aliansi Pati Merah Putih Dirikan Posko Damai di Alun-Alun

Berita, Pati2997 Dilihat

PATIPortalMuria.com – Di tengah menghangatnya suhu politik di Kabupaten Pati, sebuah gerakan masyarakat yang menamakan diri Aliansi Pati Merah Putih (APMP) mengambil langkah berbeda. Mereka justru memilih menjadi penyejuk di tengah riuh tuntutan dan perpecahan yang mulai terasa di akar rumput.

Pada Jumat, 10 Oktober 2025, Ketua Aliansi Pati Merah Putih, Kak Sus yang juga masih keponakan dari Pangeran Demang Wotan ,resmi menyampaikan surat pemberitahuan pendirian posko kepada Polresta Pati. Surat tersebut diterima langsung oleh PS. Kasubsimintu Sium Polresta Pati Aipda Sahwono, S.H., yang dibuktikan dengan tanda terima resmi dari pihak kepolisian.

Kak Sus menjelaskan, pendirian posko di kawasan Alun-Alun Pati ini bukan untuk kepentingan politik, melainkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap memanasnya situasi sosial dan politik yang tengah melanda kabupaten tersebut.

“Kami ingin Pati tetap damai. Posko ini menjadi ruang bersama untuk dialog, bukan konflik. Masyarakat harus bisa menahan diri dan percaya pada proses hukum maupun Pansus yang kini sedang berjalan,” ujar Kak Sus.

Menurutnya, Aliansi Pati Merah Putih hadir sebagai wadah masyarakat lintas pandangan yang tetap menjunjung tinggi semangat merah putih, menyatukan, bukan memecah belah.

Dalam surat internal kelompok tersebut, APMP memiliki struktur kepengurusan dengan Susanto sebagai Ketua, Hadi Santoso sebagai Wakil Ketua, Zainul Wahid sebagai Sekretaris, Mochamadun sebagai Bendahara, dan Adv. Joko Sutrisno, S.H. sebagai penasihat hukum.
Visi mereka sederhana namun bermakna: “Sosialisasi negara hukum yang membahagiakan rakyatnya.”

Langkah APMP ini dinilai sebagian pihak sebagai angin segar di tengah panasnya tensi politik Pati pasca berbagai aksi dan tuntutan terhadap Bupati Sudewo. Posko tersebut diharapkan menjadi tempat masyarakat bertukar pikiran dengan kepala dingin, bukan saling serang di dunia nyata maupun media sosial.

“Kami tidak berpihak pada siapa pun, kami berpihak pada Pati yang damai,” tegas Kak Sus menutup pernyataannya.

Dengan berdirinya Posko Pati Merah Putih ini, masyarakat berharap agar dialog kembali menjadi jalan utama, bukan amarah. Karena sebagaimana nama gerakannya, semangat merah putih sejatinya bukan untuk berhadap-hadapan, tetapi untuk menyatukan perbedaan demi Pati yang tenteram dan bermartabat.

(Red.)