Rapat Pansus Pemakzulan Bupati Memanas, Massa Sempat Adu Jotos di Depan DPRD

Muria Raya483 Dilihat

PATIPortalMuria.com – Ketegangan politik di Kabupaten Pati kian tak terbendung. Rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati yang menghadirkan Bupati Sudewo untuk dimintai klarifikasi, Kamis (2/10/2025), berubah menjadi panggung panas. Bukan hanya di ruang rapat, tetapi juga di luar gedung dewan, ketika dua kubu massa berseteru hingga adu jotos.

Pantauan di lapangan sekitar pukul 09.30 WIB, suasana depan kantor DPRD sudah dipenuhi ratusan pendukung Sudewo yang meneriakkan yel-yel dukungan. Tak lama, kelompok Masyarakat Pati Bersatu, yang getol mendorong proses pemakzulan, datang dengan semangat menuntut keadilan.

Ketika perwakilan mereka mencoba masuk, bentrokan pun pecah. Saling ejek berubah jadi dorong-dorongan, sebelum akhirnya adu pukul terjadi tepat di depan pintu masuk DPRD. Polisi yang berjaga langsung bergerak cepat memisahkan kedua kubu.

Namun situasi belum reda. Upaya kedua dari kubu penolak Sudewo untuk memasuki ruang rapat kembali memicu keributan serupa. Polisi bersama Satpol PP Pati harus bekerja ekstra menahan gelombang amarah massa agar tak masuk ke dalam ruang sidang.

Di tengah suasana memanas, Bupati Pati Sudewo akhirnya tiba dengan pengawalan ketat. Teriakan “Bupati Pembangunan!” menggema dari para pendukungnya, mengiringi langkah Sudewo menuju ruang Pansus.

Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, menegaskan bahwa pemanggilan Bupati merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap kebijakan daerah.

“Kami mengundang Bupati Pati untuk menjawab sejumlah pertanyaan dari anggota Pansus. Ini adalah mekanisme demokrasi yang harus dihormati,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengingatkan seluruh pihak agar menahan diri.

“Polisi hadir untuk memastikan semua berjalan aman, tertib, dan lancar. Hormati proses hukum dan demokrasi yang tengah berlangsung di DPRD Pati,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pemanggilan Bupati Sudewo ini menjadi babak krusial dalam drama politik Pati. Benturan dua arus massa yang berlawanan menegaskan bahwa isu pemakzulan bukan sekadar dinamika elite, melainkan telah membelah opini publik. Satu kubu menilai Sudewo sebagai simbol pembangunan, sementara kubu lain mendesak pertanggungjawaban atas kebijakan yang dianggap kontroversial.

Apapun hasilnya, Kamis ini menandai bahwa politik Pati sedang berada di titik paling panas dalam satu dekade terakhir.

(Red.)