Dahan Pohon Taman Krida Timpa Dua Bocah, Satu Kritis Jalani Operasi di RSUD Kudus

Kudus584 Dilihat

KUDUS , PortalMuria.com – Suasana riang di Taman Krida, Kabupaten Kudus, mendadak berubah menjadi duka. Dua bocah perempuan menjadi korban tertimpa dahan pohon yang tiba-tiba patah saat mereka asyik bermain, Minggu (31/8/2025) siang.

Korban, Ifana Ariyani (6,5) dan Azura Lilian (6), semula hanya mengikuti rombongan TPQ mereka yang usai berziarah kemudian singgah untuk berwisata. Namun tanpa angin, tanpa hujan, sebatang dahan besar jatuh tepat di sekitar aula taman.

“Pas jalan nggak ada tanda-tanda apa pun, tiba-tiba jatuh. Ifana langsung kena kepala, pingsan, berdarah. Azura kakinya juga tertimpa,” tutur Indah Mulyaningrum, ibu Ifana, dengan suara bergetar saat ditemui di RSUD dr. Loekmono Hadi, Selasa (2/9/2025).

Ifana mengalami luka serius di kepala dan harus dirawat di ruang PICU-NICU. Kondisinya kritis dan dijadwalkan menjalani operasi, Rabu (3/9/2025). Sementara Azura yang mengalami luka di bagian kaki masih dirawat intensif di Ruang Bougenville.

Indah mengenang momen memilukan itu dengan air mata. “Waktu dibawa ke rumah sakit, Ifana masih pingsan. Baru sadar jam delapan malam, tapi dia nggak ingat apa-apa. Buat duduk pun masih sakit,” ungkapnya.

Tanda Tanya Keamanan Taman Krida

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar: seberapa aman sebenarnya fasilitas publik yang sering dikunjungi anak-anak dan keluarga di Kudus? Ranting pohon yang tiba-tiba roboh tanpa faktor cuaca ekstrem patut menjadi perhatian serius pihak pengelola. Apalagi, Taman Krida selama ini menjadi salah satu ruang publik favorit warga.

Bupati Turun Tangan

Sebagai bentuk kepedulian, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris datang langsung menjenguk kedua korban di RSUD Kudus. “Kami prihatin dan turut mendoakan agar adik Ifana dan Azura segera pulih. Peristiwa ini juga akan menjadi evaluasi bagi pengelolaan taman-taman publik di Kudus,” tegasnya.

Kini, keluarga korban hanya bisa berharap operasi Ifana berjalan lancar dan ia segera kembali ceria seperti sediakala. Namun, publik tentu menunggu langkah nyata pemerintah daerah: jangan sampai taman bermain berubah jadi ladang bahaya.(Red.)