Aksi Demo Ricuh: DPRD Jepara Terbakar, Ruang Kantor Porak-Poranda

Jepara559 Dilihat

Jepara, PortalMuria.com – Suasana di halaman Mapolres Jepara mendadak tegang sore tadi. Ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa, komunitas ojek online, dan warga Jepara berbondong-bondong mengepung markas polisi, menuntut keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online asal Jakarta yang tewas terlindas mobil rantis saat aksi demonstrasi di ibu kota dua hari lalu.

Lebih dari 300 orang hadir dengan membawa spanduk bernada protes keras. Salah satunya bertuliskan: “Copot Kapolri”. Massa juga menyalakan lilin, menabur bunga di foto almarhum Affan, dan menggelar doa bersama di depan Mapolres sebagai bentuk penghormatan.

“Usut tuntas pembunuh Affan! Revolusi Polri!” teriak massa dalam orasi yang menggema di sepanjang jalan depan Mapolres Jepara.

Presiden BEM Unisnu, Adam Mahfud, yang turut menjadi orator menegaskan bahwa kematian Affan tidak bisa dianggap insiden biasa.

“Polri harus membuka kasus ini secara transparan. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Kami menuntut keadilan untuk Affan dan keluarganya,” tegas Adam di tengah kerumunan.

Situasi Memanas

Awalnya aksi berjalan tertib. Namun menjelang malam, massa mulai membakar kayu dan ban bekas, lalu sebagian melempar batu ke arah gedung Polres Jepara. Belum jelas pihak mana yang memicu aksi anarkis tersebut.

Sekitar pukul 00.00 WIB, gelombang massa bergerak menuju Gedung DPRD Jepara. Kericuhan pecah. Kantor DPRD dibakar dan sejumlah fasilitas rusak dijarah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres maupun DPRD Jepara.

Tanggapan Warga

Sejumlah warga Jepara mengaku resah dengan eskalasi aksi tersebut. Riki, salah satu warga lokal, mengatakan sejak sore warga sudah berjaga untuk mengantisipasi dampak kerusuhan.

“Demo boleh lah, tapi jangan anarkis. Warga lokal yang kasihan. Alhamdulillah enggak sampai masuk ke rumah warga karena sudah kami portal dari awal,” ujarnya.

Meski begitu, Riki menyebut tetap ada kerusakan ringan pada infrastruktur sekitar lokasi aksi.
“Kalau penjarahan enggak ada, alhamdulillah enggak. Cuma infrastruktur sedikit rusak, enggak sampai ke perabot rumah warga,” tambahnya.

Menunggu Respons Resmi

Hingga kini, Polres Jepara dan DPRD Jepara belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden malam ini. Sementara warga berharap situasi segera kondusif dan tidak kembali memanas.(Red.)