Demo Memanas di Depan Mapolres Jepara, 16 Orang Diamankan, Gas Air Mata Pecah Hingga Tengah Malam

Jepara, Muria Raya693 Dilihat

Jepara , PortalMuria.com – Situasi di depan Mapolres Jepara kembali bergolak, Sabtu (30/8/2025) malam. Aksi demonstrasi ribuan massa yang menuntut keadilan atas meninggalnya Affan berujung ricuh hingga aparat terpaksa melepaskan tembakan gas air mata. Setidaknya 16 orang peserta aksi diamankan polisi.

Sejak sore, massa terus memadati kawasan Mapolres Jepara dengan membawa spanduk bernada protes keras, salah satunya bertuliskan “Copot Kapolri”. Mereka berorasi, menyalakan lilin, menabur bunga di foto almarhum Affan, hingga menggelar doa bersama. Suasana sempat berlangsung tertib, namun berubah panas menjelang tengah malam.

Tepat pukul 23.00 WIB, konsentrasi massa kembali mengalir ke depan Mapolres. Kapolres Jepara, AKBP Erick Budi Santoso, turun langsung menemui demonstran. Ia menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik.

“Mewakili Polres Jepara, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas meninggalnya saudara kita Affan. Saya pastikan pelaku sudah diproses sesuai aturan. Kasusnya sudah masuk pidana umum,” ujar AKBP Erick di hadapan massa.

AKBP Erick juga mengakui adanya kelemahan pelayanan Polres Jepara.

“Saya sebagai pimpinan berjanji akan lebih baik lagi dalam melayani masyarakat. Itu janji saya, hadir di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.

Meski begitu, situasi justru kian memanas. Massa menyalakan api dari spanduk dan kayu di depan Mapolres Jepara. Jumlah pendemo kian bertambah hingga ratusan orang.

Ketika kondisi dianggap tak terkendali, aparat menembakkan gas air mata ke arah kerumunan. Massa pun kocar-kacir, terdorong ke arah Jembatan Kanal di sisi selatan Mapolres. Bentrokan tak terhindarkan.

Beberapa kali tembakan gas air mata kembali dilepaskan untuk memukul mundur demonstran. Sejumlah peserta aksi terpaksa diamankan. Polisi berpakaian preman bahkan sempat menarik seorang demonstran yang dituding memicu kericuhan. Hingga kini, identitas dan nasibnya belum jelas.

Dari pantauan di lapangan, aksi ricuh malam itu membuat arus lalu lintas di sekitar Mapolres lumpuh. Situasi keamanan masih dijaga ketat hingga dini hari, sementara tuntutan massa tetap sama: usut tuntas kematian Affan dan revolusi Polri.(Red.)