Pati ,PortalMuria.com – Setelah sempat menghilang sejak 13 Agustus lalu dan menjadi sorotan publik, Bupati Pati Sudewo akhirnya muncul ke hadapan masyarakat. Kehadirannya pertama kali terlihat dalam acara pelepasan Kontingen Raimuna Daerah XIII Kwartir Cabang Pati yang digelar di Sanggar Pramuka Kwarcab Pati, jumat (22/8/2025).
Dalam sambutannya, Sudewo menekankan pentingnya pembangunan karakter generasi muda, bukan sekadar kecerdasan akademis.
“Kalau pinter tidak diimbangi dengan karakter yang baik, percuma. Begitu juga sebaliknya, karakter baik tanpa kepintaran juga tidak cukup. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Sudewo sekaligus melempar gebrakan dengan mengumumkan program beasiswa baru bagi mahasiswa asal Kabupaten Pati. Program ini ditujukan khusus bagi mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur UTBK dan SNBT.
Menurutnya, beasiswa tersebut terbagi menjadi tiga kategori:
- Rp1 juta/bulan bagi mahasiswa umum,
- Rp1,5 juta/bulan untuk mahasiswa dari keluarga miskin ekstrem,
- Rp2,5 juta/bulan khusus mahasiswa jurusan kedokteran.
Jumlah penerima tahap pertama disebut mencapai 194 mahasiswa, dengan durasi bantuan hingga 4 tahun masa studi.
Yang mengejutkan, Sudewo menegaskan dana tersebut tidak bersumber dari APBD Kabupaten Pati.
“Ini komitmen kami untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul. Dana beasiswa ini bukan dari APBD. Kami pastikan setiap bulan akan ditransfer langsung ke rekening penerima,” kata Sudewo menekankan.
Munculnya Sudewo di hadapan publik setelah hampir dua pekan “menghilang” tentu menimbulkan beragam tafsir di kalangan masyarakat. Namun, kehadiran dan pengumuman program beasiswa ini sekaligus menjadi pesan politik kuat dari sang bupati bahwa ia masih memegang kendali atas kebijakan strategis Kabupaten Pati.(Red.)














