Kudus, PortalMuria.com – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Kota, Kabupaten Kudus, resmi meluncurkan inovasi digital terbaru bertajuk “Data Bondoku”, sebuah platform berbasis web yang menyajikan informasi aset pemerintah secara terbuka, terintegrasi, dan mudah diakses publik.
Acara peluncuran berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Kota Kudus pada Rabu (6/8/2025), dan dihadiri oleh jajaran pemerintahan kecamatan serta tokoh masyarakat. Fitur ini kini telah dapat diakses publik melalui situs resmi: kota.kuduskab.go.id.
Data Bondoku digagas oleh Purwanti, Kepala Seksi Pelayanan Umum Pemcam Kota Kudus. Ia menjelaskan bahwa platform ini dikembangkan untuk mendigitalisasi dan menyatukan data terkait tanah eks bondo desa yang tersebar di enam kelurahan: Panjunan, Purwosari, Wergu Wetan, Wergu Kulon, Mlati Norowito, dan Mlati Kidul.
“Melalui Data Bondoku, informasi tanah eks bondo desa kini bisa dilihat secara lengkap—mulai dari lokasi, peruntukan, hingga status pemanfaatannya. Ini upaya nyata mendorong transparansi dan mempermudah akses data aset,” ungkap Purwanti.
Tanah eks bondo desa sendiri merupakan aset milik desa yang sebelumnya digunakan untuk mendanai kegiatan pemerintahan desa. Namun, setelah perubahan status menjadi kelurahan, pengelolaannya beralih ke kewenangan Pemerintah Kabupaten Kudus.
Data Bondoku hadir untuk memastikan pengelolaan aset tersebut lebih tertata dan transparan. Fitur-fiturnya memungkinkan publik melihat detail luas lahan, jenis penggunaan (pertanian atau non-pertanian), status sewa, serta riwayat pembayaran secara digital.
“Sebelum ini, data-data seperti ini hanya diketahui di tingkat kelurahan. Kini masyarakat juga bisa ikut mengakses dan mengawasi,” tambah Purwanti.
Camat Kota Kudus, Andrias Wahyu Adi Setiawan, menyatakan dukungannya terhadap peluncuran platform ini. Ia menyebut Data Bondoku sebagai bentuk nyata penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data dan partisipasi publik.
“Inovasi ini bukan hanya untuk keperluan internal pemerintahan, tapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk turut mengawasi aset daerah. Ini akan memperkuat transparansi, pengawasan, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Andrias.
Melalui peluncuran Data Bondoku, Pemcam Kota Kudus berharap pengelolaan aset pemerintah menjadi lebih efisien, akuntabel, dan profesional. Inovasi ini menjadi tonggak awal menuju pemerintahan digital yang inklusif dan transparan.(Red.)












