Tiga Kebakaran Mengguncang Jepara dalam Semalam, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Jepara682 Dilihat

JEPARA , PortalMuria.com – Tiga peristiwa kebakaran berturut-turut terjadi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, hanya dalam kurun waktu semalam. Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah tempat usaha milik warga dan menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

 

Plt Kabid Pemadam Kebakaran Jepara, Teguh Iswanto, mengungkapkan bahwa dua kebakaran terjadi di Kecamatan Nalumsari, dan satu lainnya di Kecamatan Kalinyamatan.

 

Kebakaran pertama terjadi di Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, tepatnya di Jalan Pengkol Pereng Indang RT 5 RW 1. Pabrik obat nyamuk milik Khalimi terbakar hebat pada Jumat malam (25/7/2025) sekitar pukul 20.50 WIB.

 

“Penyebabnya korsleting listrik. Api membakar bangunan seluas 10 x 10 meter persegi dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB,” ujar Teguh. Kerugian dari kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

 

Tak lama berselang, sekitar pukul 00.06 WIB, kebakaran kedua terjadi di Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari. Kali ini api melalap kandang ayam milik Azinal Pramono.

 

“Api membakar kandang ayam berukuran 10 x 20 meter persegi. Petugas kami baru bisa memadamkan api sekitar pukul 01.30 WIB,” jelas Teguh. Ia menambahkan, kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta, dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

 

Belum usai penanganan di lokasi tersebut, kebakaran ketiga dilaporkan terjadi di lokasi lain di Desa Ngetuk. Tepatnya, sebuah gudang penggilingan tebu milik warga bernama Maskan juga dilalap si jago merah.

 

“Kami menerima laporan sekitar pukul 02.00 WIB, dan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 WIB,” kata Teguh. Bangunan seluas 15 x 15 meter persegi tersebut hangus terbakar, dengan kerugian mencapai Rp 50 juta. Penyebabnya juga masih diselidiki pihak berwajib.

 

Ketiga insiden ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat setempat, mengingat seluruh lokasi yang terbakar adalah tempat usaha warga.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area usaha yang rawan terhadap korsleting listrik maupun sumber api lainnya,” pungkas Teguh.(Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *