Menurut Huda, lomba di Arab Saudi bukan hanya soal keindahan tulisan, tapi penguasaan ilmu dan kedisiplinan dalam sistem penulisan Arab klasik.
“Bisa menulis belum tentu bisa tartis. Banyak yang bisa tartis, tapi tulisannya biasa saja. Yang benar-benar sulit adalah mereka yang bisa menulis indah sekaligus tartis sempurna, itulah yang luar biasa,” jelasnya.
Internasional
Indonesia Ukir Nama Emas di Doha: Dua Kaligrafer Tanah Air Borong Juara Dunia
Juara pertama diraih oleh Huda Purnawadi, maestro kaligrafi asal Gembong ,Pati, Jawa Tengah. Sementara posisi kedua ditempati oleh Teguh Prasetyo, seniman asal Lampung yang kini menetap di Sukabumi, Jawa Barat. Prestasi ganda ini membuat Indonesia menjadi sorotan dunia seni Islam internasional.
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.















