Goal yang Terkikis, Kontroversi Iliman Ndiaye Membuat Liverpool vs Everton Semakin Panas

Olahraga26 Dilihat

Portal Muria – 20 April 2026 | Pertandingan antara Liverpool dan Everton pada pekan ini kembali menjadi sorotan utama Premier League setelah insiden kontroversial yang melibatkan striker muda Iliman Ndiaye. Gol yang ia cetak pada menit ke-26, yang seharusnya menjadi pembuka skor, dinyatakan tidak sah oleh wasit setelah peninjauan VAR. Keputusan ini memicu perdebatan luas di antara pelatih, pemain, dan penggemar, sekaligus menambah beban pada situasi krisis kiper Liverpool yang masih belum menemukan solusi permanen.

Premier League mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa gol Ndiaye tidak diberlakukan karena posisi bola sebelum tembakan dinyatakan berada dalam posisi offside. Menurut penjelasan yang diberikan, bola telah melewati garis batas pertahanan Everton sebelum Ndiaye melakukan tembakan, sehingga gol harus dibatalkan. Keputusan ini menimbulkan kekecewaan besar bagi tim Asniyang, terutama mengingat performa impresif yang ditunjukkan Ndiaye selama paruh pertama.

Di sisi lain, Liverpool harus berurusan dengan masalah krisis kiper yang masih belum terpecahkan. Dengan Alisson Becker masih absen karena cedera, manajer Jürgen Klopp terus mencari alternatif yang dapat mengisi kekosongan tersebut. Kiper cadangan Liverpool, Caoimhin Kelleher, telah tampil di beberapa kesempatan, namun belum dapat menunjukkan konsistensi yang dibutuhkan untuk mengamankan posisi utama. Kondisi ini semakin menambah tekanan pada lini pertahanan yang dipimpin oleh kapten Virgil van Dijk.

Van Dijk, yang sekaligus menjadi figur kunci dalam upaya Liverpool mengejar tiket Champions League, kini berada di tengah perbincangan mengenai kontribusinya tidak hanya di lini pertahanan, tetapi juga dalam memimpin tim melewati krisis. Meskipun ia tidak terlibat langsung dalam insiden gol Ndiaye, peran sentralnya dalam menjaga kestabilan tim menjadi sorotan. Para analis menilai bahwa kepemimpinan Van Dijk tetap menjadi faktor penentu dalam perjalanan Liverpool menuju posisi teratas klasemen.

Everton, yang berada di posisi menengah klasemen, menanggapi kegagalan gol tersebut dengan menilai performa tim secara keseluruhan. Menurut penilaian pemain Everton setelah pertandingan, lima pemain dinilai dengan nilai 7, sementara satu pemain mendapat nilai rendah karena performa yang kurang memuaskan. Daftar penilaian tersebut menunjukkan bahwa meskipun tim mengalami kekalahan, ada sejumlah pemain yang tampil solid, seperti striker Dominic Calvert-Lewin yang mencetak gol penyeimbang di menit ke-58.

Sebentar sebelum gol Mohamed Salah yang terkenal di Liverpool, gol dari Everton sempat dirasakan. Namun, keputusan VAR menolak gol tersebut karena adanya pelanggaran offside pada pemain Everton. Kejadian ini menambah lapisan dramatis dalam pertandingan, dimana kedua tim berjuang keras untuk mengamankan poin penting.

David Moyes, pelatih Everton, memberikan komentar pasca pertandingan dengan nada optimis. “Tidak ada rasa malu atas cara kami bermain,” ujar Moyse, menekankan bahwa timnya menunjukkan semangat juang meski harus menelan kekalahan. Menurutnya, Everton telah menampilkan pola permainan yang terorganisir dan mengancam pertahanan Liverpool, meskipun pada akhirnya tidak mampu memanfaatkan peluang secara maksimal.

Keseluruhan, insiden gol Iliman Ndiaye yang dibatalkan menimbulkan pertanyaan tentang keadilan VAR dan dampaknya terhadap dinamika pertandingan. Sementara Liverpool harus menyesuaikan diri dengan krisis kiper yang masih berlangsung, Everton berusaha memperbaiki detail eksekusi untuk mengubah hasil serupa di masa depan. Kedua tim kini menatap laga berikutnya dengan strategi yang disesuaikan, berharap dapat mengubah nasib mereka di papan klasemen Premier League.