Mintarsih Ungkap Dua Nama Wanita Indonesia yang Pernah Masuk Daftar Forbes sebagai Orang Terkaya

Business8 Dilihat

Portal Muria – 18 April 2026 | Jakarta, 18 April 2026 – Dalam sebuah wawancara eksklusif, pengusaha dan tokoh publik Mintarsih menyebutkan dua nama perempuan Indonesia yang pernah menembus daftar majalah Forbes sebagai orang terkaya di dunia. Kedua figur tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan finansial, tetapi juga menginspirasi generasi muda, khususnya wanita, untuk menembus batas tradisional dan berkontribusi pada ekonomi nasional.

Nama pertama yang diangkat Mintarsih adalah Nurhayati Subakat, pendiri grup PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan di balik merek kosmetik halal terkemuka seperti Wardah, Make Over, Emina, Kahf, dan Laboré. Berawal dari usaha rumahan pada tahun 1985, Nurhayati mengembangkan bisnisnya secara organik, memanfaatkan tren kecantikan halal yang semakin digemari masyarakat Indonesia. Keberhasilan Wardah yang kini menjadi salah satu brand kosmetik terbesar di Asia Tenggara menjadikan Nurhayati sebagai figur ikonik dalam industri kecantikan.

Prestasi Nurhayati tidak hanya terbatas pada ranah bisnis. Ia pernah masuk dalam daftar Forbes “25 Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Asia” serta meraih ASEAN Business Award kategori Women Entrepreneur. Keberadaannya di Forbes menegaskan posisi finansialnya yang signifikan, meskipun tidak selalu berada di puncak daftar orang terkaya secara global. Namun, bagi Mintarsih, pencapaian ini sudah cukup untuk menempatkan Nurhayati sebagai salah satu wanita Indonesia yang berhasil menembus ranah finansial internasional.

Nama kedua yang diidentifikasi Mintarsih adalah Siti Hartati Murdaya, pendiri grup usaha Murdaya yang mencakup bidang properti, media, dan energi. Hartati Murdaya dikenal luas sebagai salah satu wanita paling kaya di Indonesia pada era 2000-an. Ia pernah muncul dalam daftar Forbes “The World’s Richest Women” selama beberapa tahun, menegaskan kekayaan bersihnya yang melampaui miliaran dolar AS. Kesuksesannya berasal dari diversifikasi portofolio bisnis yang cerdas, termasuk kepemilikan media harian dan jaringan televisi, serta investasi strategis di sektor properti premium.

Menurut Mintarsih, kedua wanita ini tidak hanya mengukir prestasi finansial, tetapi juga memainkan peran penting dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan. “Mereka membuktikan bahwa wanita Indonesia mampu bersaing di level global, baik dalam menciptakan merek ikonik maupun mengelola konglomerat multinasional,” ujar Mintarsih dalam percakapan yang berlangsung di sebuah acara bisnis di Jakarta.

Keberhasilan Nurhayati Subakat dan Hartati Murdaya juga menjadi contoh konkret dari gerakan “Kartini Modern” yang tengah digalakkan oleh media dan organisasi sosial. Gerakan ini menekankan pentingnya perempuan untuk berperan aktif dalam ekonomi, sains, pendidikan, dan inovasi teknologi. Sebagaimana disebutkan dalam artikel 6 Wanita Inspiratif Indonesia, Sosok Kartini Modern Berprestasi Dunia, Nurhayati termasuk dalam 25 pebisnis wanita paling berpengaruh di Asia versi Forbes, sementara Hartati Murdaya telah lama menjadi ikon kekayaan wanita di Indonesia.

Selain menyoroti profil keduanya, Mintarsih menambahkan bahwa keberhasilan mereka juga memberikan dampak sosial yang luas. Nurhayati, misalnya, telah meluncurkan program beasiswa untuk perempuan muda di bidang kecantikan dan bisnis, sedangkan Hartati mendirikan yayasan yang fokus pada pendidikan dan pelatihan kewirausahaan bagi wanita di daerah terpencil.

Pengakuan oleh Forbes tidak selalu berarti berada di puncak daftar orang terkaya dunia, tetapi menandakan bahwa keduanya berhasil menembus standar internasional dalam hal nilai aset, inovasi, dan pengaruh. Kedua tokoh ini kini menjadi contoh nyata bahwa wanita Indonesia dapat mengubah lanskap ekonomi global dengan strategi bisnis yang berkelanjutan dan visioner.

Mintarsih menutup wawancara dengan harapan bahwa generasi mendatang akan terus meneladani jejak langkah Nurhayati Subakat dan Hartati Murdaya. “Kita harus terus menginspirasi perempuan untuk berani bermimpi besar, memulai usaha, dan mengelola keuangan dengan cerdas. Itu adalah warisan terbaik yang dapat mereka tinggalkan,” ujarnya.