Portal Muria – 19 April 2026 | PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan hasil pengeboran awal yang mengesankan di prospek Kolokoa, wilayah yang berbatasan langsung dengan konsesi Tambang Emas Pani di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Selama empat bulan terakhir, tim eksplorasi melakukan 30 lubang bor dan berhasil mengidentifikasi zona mineralisasi emas yang luas, termasuk lapisan dekat permukaan dengan kadar hingga 1,57 gram per ton (g/t). Berdasarkan data tersebut, perusahaan menetapkan target eksplorasi antara 20 hingga 40 juta ton batuan dengan kadar emas rata‑rata 0,3–0,5 g/t.
Jika dikonversi secara indikatif, volume batuan yang diperkirakan mengandung antara 200 ribu hingga 600 ribu ons emas. Meskipun angka ini masih bersifat konseptual dan belum dapat dikategorikan sebagai sumber daya mineral resmi, potensi tersebut menambah keyakinan akan kemampuan Merdeka Gold untuk memperluas basis sumber daya secara berkelanjutan. Target eksplorasi Kolokoa menjadi salah satu prioritas tinggi dalam area konsesi seluas 14.670 hektare yang dikelola perusahaan.
Direktur Utama Merdeka Gold, Boyke Poerbaya Abidin, menekankan bahwa penemuan strategis ini memperkuat posisi jangka panjang Tambang Emas Pani. Kedekatan geografis antara Kolokoa dan Pani—sekitar 500 meter—memungkinkan integrasi infrastruktur yang sudah ada, seperti fasilitas haulage, pengendalian kadar bijih (grade control), dan proses pengolahan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menurunkan biaya produksi pada tahap pengembangan selanjutnya.
Uji metalurgi awal menggunakan metode bottle‑roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang tinggi, yakni 87–94 persen untuk material oksida dan 81–92 persen untuk material transisi. Hasil ini menegaskan kompatibilitas material Kolokoa dengan proses pengolahan yang diterapkan di Pani, terutama pada fasilitas heap leach dan Carbon‑in‑Leach yang sedang dikembangkan.
Saat ini, Merdeka Gold telah menyelesaikan 30 lubang bor dan merencanakan total 82 lubang bor sepanjang tahun 2026. Langkah selanjutnya mencakup pengeboran lanjutan untuk menguji batasan area, pengujian metalurgi lebih mendalam, serta evaluasi potensi integrasi Kolokoa ke dalam rencana pengembangan Tambang Emas Pani secara keseluruhan. Jika program tersebut berhasil, Pani—yang sudah memulai produksi pada Februari 2026 dengan target 100.000–115.000 ons emas—dapat meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan, mengarah pada produksi puncak lebih dari 500.000 ons per tahun setelah fasilitas penuh selesai.
Penemuan Kolokoa juga melengkapi laporan sebelumnya yang mencatat cadangan bijih sebesar 5,2 juta ons emas dari total sumber daya mineral 7,0 juta ons emas. Dengan tambahan potensi baru ini, perusahaan memperkuat posisi sebagai salah satu pemain utama dalam sektor pertambangan emas Indonesia.
Secara strategis, keberadaan Kolokoa di distrik mineral yang sama dengan Pani membuka peluang pengembangan satelit deposit, yang dapat memanfaatkan jaringan listrik, jalan akses, serta fasilitas penunjang lainnya. Efisiensi transportasi material ke lokasi pengolahan diharapkan dapat mengurangi waktu siklus produksi dan meningkatkan margin keuntungan.
Analisis pasar menilai bahwa penemuan ini dapat meningkatkan sentimen investor terhadap EMAS, mengingat prospek pertumbuhan produksi yang lebih tinggi dan diversifikasi aset tambang. Namun, pihak perusahaan juga menegaskan bahwa data saat ini masih bersifat konseptual dan memerlukan verifikasi melalui eksplorasi lanjutan sebelum dapat diumumkan sebagai sumber daya mineral atau cadangan resmi.
Kesimpulannya, penemuan cadangan emas di Kolokoa menandai langkah penting bagi PT Merdeka Gold Resources dalam memperluas basis sumber daya, memperkuat sinergi dengan Tambang Emas Pani, dan mempercepat pencapaian target produksi jangka panjang. Dengan program eksplorasi yang disiplin dan terarah, perusahaan optimis dapat meningkatkan keyakinan pasar serta mengukir pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor pertambangan emas Indonesia.








