Matahari Department Store Resmi Berganti Nama Jadi MDS Retailing: Dividen Rp250 per Saham & Langkah Strategis Lainnya

Business7 Dilihat

Portal Muria – 21 April 2026 | PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 April 2026 yang menghasilkan dua keputusan strategis penting. Pertama, perusahaan mengumumkan perubahan identitas korporasi menjadi PT MDS Retailing Tbk. Kedua, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp250 per saham, yang dijadwalkan dibayarkan paling lambat 27 April 2026.

Keputusan perubahan nama didukung oleh mayoritas kuat, yaitu 93,181% suara pemegang saham yang mewakili 1.588.241.118 saham. Perubahan ini menyesuaikan pasal 1 ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan, sekaligus menyiapkan perusahaan untuk memperluas lini usaha ritel di era digital. Nama baru, MDS Retailing, mencerminkan fokus pada model bisnis retail modern sekaligus mempermudah brand positioning di pasar domestik dan internasional.

Selain nama baru, RUPSLB juga mengesahkan penarikan kembali saham treasuri sebanyak 31 juta lembar, setara dengan 1,37% total saham beredar. Langkah ini menurunkan modal ditempatkan dan disetor perusahaan, meningkatkan rasio kepemilikan saham bagi pemegang saham publik dan memberi sinyal kepercayaan manajemen terhadap nilai perusahaan.

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang bersamaan memutuskan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 untuk dividen tunai Rp250 per saham. Total dividen yang dibayarkan diproyeksikan mencapai sekitar Rp374 miliar, mengingat total saham beredar mendekati 1,5 miliar lembar. Kebijakan ini diharapkan memperkuat loyalitas investor dan menambah likuiditas pasar saham LPPF.

Rapat tersebut juga menghasilkan perubahan pada Anggaran Dasar, meliputi pasal 4 ayat (2) dan (3) serta pasal 1 ayat (1), menyesuaikan struktur organisasi dan kebijakan remunerasi. Dewan Komisaris kini dibatasi menerima remunerasi maksimal 0,3% dari penjualan bersih perusahaan, sebuah langkah untuk menyeimbangkan antara insentif dan kontrol biaya.

Dalam dinamika kepemimpinan, Direktur Independen Irwan Abuthan mengajukan pengunduran diri, yang kemudian diterima oleh RUPS. Pengunduran diri ini membuka peluang bagi restrukturisasi dewan direksi guna memperkuat tata kelola perusahaan di tengah proses transformasi brand.

Sejarah panjang Matahari Department Store dimulai pada 24 Oktober 1958, ketika Hari Darmawan membuka toko pakaian anak di Pasar Baru, Jakarta. Dari toko kecil tersebut, ia mengembangkan jaringan department store modern pertama di Indonesia pada 1972, yang kemudian meluas hingga 85 gerai di 35 kota pada akhir 1990-an. Setelah krisis moneter 1998, sebagian sahamnya dijual ke Lippo Group. Pada 2010, perusahaan diakuisisi oleh PT Meadow Indonesia, anak perusahaan Asia Color Company Limited (ACC) yang dikelola oleh CVC Asia Fund III. Kepemilikan selanjutnya berpindah ke Auric Capital melalui Greater Universal Ltd, yang pada 2021 menjadi pengendali utama PT Matahari Department Store Tbk.

Transformasi nama menjadi MDS Retailing tidak hanya sekadar pergantian label, melainkan bagian dari strategi diversifikasi portofolio ritel. Manajemen mengindikasikan rencana pengembangan kanal e‑commerce, kolaborasi dengan platform digital, serta ekspansi konsep toko “Galleria” untuk segmen menengah atas dan “Super Ekonomi” untuk konsumen kelas menengah ke bawah.

Berikut rangkuman keputusan utama RUPS 2026:

  • Perubahan nama: PT Matahari Department Store Tbk → PT MDS Retailing Tbk.
  • Dividen tunai: Rp250 per saham, dibayarkan maksimal 27 April 2026.
  • Penarikan saham treasuri: 31 juta lembar (1,37% total saham).
  • Revisi Anggaran Dasar: pasal 1 ayat (1), pasal 4 ayat (2) dan (3).
  • Remunerasi Dewan Komisaris: maksimal 0,3% penjualan bersih.
  • Pengunduran diri Direktur Independen Irwan Abuthan.

Dengan identitas baru dan kebijakan keuangan yang agresif, MDS Retailing berupaya memperkuat posisi di pasar ritel yang kompetitif, sekaligus menarik minat investor institusional yang mengincar stabilitas dividend yield. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai pemegang saham serta memperluas jaringan toko di seluruh Indonesia.

Keputusan strategis ini menandai era baru bagi perusahaan yang selama hampir tujuh dekade menjadi ikon ritel nasional. Transformasi menuju MDS Retailing menegaskan komitmen untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen, memperkuat digitalisasi, dan menambah nilai bagi pemegang saham.