Portal Muria – 17 April 2026 | Nissan kembali menorehkan jejaknya di pasar otomotif Indonesia dengan meluncurkan kembali model ikoniknya, Nissan Juke, kali ini dalam bentuk generasi ketiga yang sepenuhnya listrik. Peluncuran resmi dilakukan dalam ajang Vision di Jepang, menandai transformasi radikal dari SUV kompak yang sebelumnya mengandalkan mesin pembakaran dalam menjadi kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV). Perubahan ini tidak hanya memperbaharui tampilan eksterior Juke, tetapi juga menambahkan serangkaian teknologi mutakhir seperti vehicle-to-grid (V2G) yang sebelumnya hanya ditemui pada Nissan Leaf generasi terbaru.
Desain eksterior Juke generasi terbaru menonjolkan garis-garis tajam dan tegas, dengan grille hitam besar yang menutupi area depan, menciptakan kesan futuristik khas mobil listrik. Lampu utama dirancang unik, menambah karakter agresif bersama fender kotak dan lekukan pintu ekstrem. Warna hijau terang yang dipilih menjadi simbol keberanian model ini, sementara posisi handle pintu belakang tetap berada di pilar C, mempertahankan warisan desain sebelumnya. Bagian belakang dilengkapi dengan lampu LED berdesain rumit dan pintu bagasi yang khas, menegaskan identitas Juke sebagai SUV kompak yang berbeda.
Dari segi platform, Juke baru dibangun di atas arsitektur CMF‑EV atau AmpR Medium, sama seperti Renault Scenic E‑Tech, Alpine A390, dan Nissan Ariya. Pabrik produksi berlokasi di Sunderland, Inggris, satu lini dengan Leaf, menegaskan komitmen Nissan dalam memusatkan produksi kendaraan listrik di fasilitas berpengalaman. Peluncuran global diperkirakan akan berlangsung pada musim semi tahun depan, membuka peluang bagi pasar Asia termasuk Indonesia.
Untuk tenaga, Nissan mengumumkan dua varian baterai yang diperkirakan akan diadopsi: 52 kWh dan 75 kWh, mirip dengan paket yang ditawarkan pada Leaf. Kedua pilihan ini diharapkan memberikan jangkauan yang kompetitif, meski data resmi mengenai jarak tempuh belum dirilis. Fitur V2G memungkinkan Juke tidak hanya mengisi daya, tetapi juga mengalirkan listrik kembali ke jaringan, memberikan nilai tambah bagi pemilik yang ingin memanfaatkan kendaraan sebagai sumber energi cadangan.
- 52 kWh – perkiraan jangkauan urban sekitar 350 km
- 75 kWh – perkiraan jangkauan highway hingga 500 km
Data penjualan Juke di pasar global, termasuk Indonesia, selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan wholesales Juke pada 2012 mencapai 6.564 unit, menurun menjadi 3.128 unit pada 2013, dan terus turun hingga hanya 305 unit pada 2016. Pada Januari–September 2025, penjualan Juke di Indonesia hanya mencapai 171 unit, menandakan kegagalan model ini mempertahankan pangsa pasar.
Keputusan Nissan untuk menghidupkan kembali Juke dalam wujud listrik tampak sebagai upaya memanfaatkan nostalgia sekaligus mengatasi kegagalan penjualan sebelumnya. Dengan menambahkan teknologi V2G, varian baterai berkapasitas tinggi, serta desain yang lebih agresif, Juke berpotensi menarik konsumen muda yang menginginkan SUV kompak dengan karakter unik dan ramah lingkungan.
Meski prospek pasar Indonesia masih dipertanyakan mengingat infrastruktur pengisian daya yang belum merata, kehadiran Juke listrik dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di segmen SUV kompak. Jika Nissan berhasil menyesuaikan harga dan menyediakan jaringan pengisian yang memadai, Juke berpotensi menjadi pionir baru di kelasnya, melengkapi portfolio Nissan yang sudah mencakup Leaf dan Ariya.
Secara keseluruhan, peluncuran Nissan Juke generasi ketiga menandai babak baru bagi model yang dulu sempat menjadi ikon desain nyeleneh. Transformasi menjadi BEV dengan teknologi V2G, produksi di pabrik berstandar tinggi di Sunderland, serta desain futuristik yang berani, semua menjadi faktor penentu yang dapat mengembalikan kejayaan Juke di pasar otomotif Indonesia dan global.




