PATI, PortalMuria.com – Kabupaten Pati kembali menorehkan sejarah di dunia pendidikan. Kamis (8/1/2026) sore, Bupati Pati Sudewo secara resmi melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat di lahan milik Pemerintah Kabupaten Pati yang berlokasi di belakang Kecamatan Tlogowungu.
Sekolah Rakyat ini merupakan program strategis pemerintah pusat dengan konsep boarding school, yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, mulai jenjang SD hingga SMA.
Tak sekadar sekolah biasa, proyek ini digadang-gadang menjadi ikon baru pendidikan berkeadilan sosial di Pati, sekaligus yang pertama kali dibangun di Jawa Tengah.
Dari total 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, baru 11 daerah yang mendapat program Sekolah Rakyat. Kabupaten Pati menjadi yang pertama melakukan ground breaking, menandai keseriusan daerah ini dalam memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan.
“Untuk Jawa Tengah setahu saya baru 11 kabupaten, dan peletakan batu pertama ini sepertinya Kabupaten Pati yang pertama,” tegas Bupati Sudewo.
Sekolah Rakyat Pati dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektare milik Pemkab Pati. Proyek ini dikerjakan oleh PT Adhi Karya dengan total anggaran sekitar Rp200 miliar.
Rencananya, kawasan ini akan dilengkapi dengan:
- Gedung sekolah dua lantai
- Asrama siswa (boarding school)
- Fasilitas kesehatan
- Sarana makan, pakaian, dan kebutuhan dasar siswa
- Fasilitas penunjang pembelajaran sesuai standar nasional
Sekolah ini ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Konsep Sekolah Rakyat adalah pendidikan gratis berbasis asrama, di mana seluruh kebutuhan siswa ditanggung negara.
Mulai dari:
- Tempat tinggal
- Konsumsi harian
- Layanan kesehatan
- Pakaian
- Kurikulum pendidikan standar nasional
Namun, tidak semua anak bisa masuk. Seleksi akan dilakukan secara ketat melalui Dinas Sosial, dengan verifikasi faktual dan berulang.
“Miskin ekstrem itu akan kami cek secara faktual. Tidak boleh fiktif, tidak boleh ada permainan data. Kami cek berkali-kali supaya benar-benar valid,” tegas Sudewo.
Bupati Sudewo menyebut pembangunan Sekolah Rakyat Pati ditargetkan selesai pada Juli 2026, sehingga bisa langsung digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
“Hari ini ground breaking pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pati. Dimulai sekarang dan ditargetkan selesai Juli 2026,” ujar Sudewo.
Sebelumnya, Pemkab Pati telah melakukan rintisan Sekolah Rakyat pada tahun anggaran 2025–2026, yang saat ini berlokasi di Sentra Margolaras, Kecamatan Margorejo.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sudewo juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, yang menggagas Program Sekolah Rakyat sebagai solusi jangka panjang pengentasan kemiskinan.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas program Sekolah Rakyat ini. Semoga pembangunannya berjalan lancar, tidak ada hambatan, dan benar-benar bermanfaat bagi rakyat Kabupaten Pati,” pungkasnya.
(Red.)








