JEPARA, PortalMuria.com — Misteri kematian seorang pemuda di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, memasuki fase penyelidikan yang semakin tajam dan penuh tanda tanya. Axsyal Rendy Saputra (24), ditemukan tak bernyawa di rerumputan sawah tak jauh dari rumahnya pada Minggu (30/11/2025) pagi. Penemuan yang menggegerkan warga itu langsung memicu langkah cepat Satreskrim Polres Jepara.
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela, memastikan penyidik telah mengamankan berbagai barang bukti penting dari lokasi kejadian.
Tak menunggu waktu lama, polisi menerjunkan anjing pelacak untuk mengendus titik-titik krusial dari darah yang tercecer di sekitar TKP.
Anjing itu bergerak cepat dari lokasi mayat ditemukan, kemudian mengikuti jejak darah yang mengarah masuk ke dalam rumah korban, lalu kembali berputar menuju area di sekitar lokasi. Yang menarik perhatian penyidik, anjing tersebut sempat berhenti lama di pintu belakang rumah serta di beberapa titik di dalam rumah—seolah menunjukkan jalur terakhir yang dilalui korban.
Temuan jejak ini membuat polisi langsung memasang garis batas di area TKP dan seluruh sisi rumah.
Perkembangan paling mencolok datang dari hasil penyisiran polisi. Kapolsek Kembang, Iptu Heru Setyawan, mengonfirmasi bahwa tim mengamankan dua bilah pisau dapur yang penuh darah.
- Satu pisau ditemukan di dalam rumah.
- Satu pisau lainnya ditemukan di bawah tubuh korban.
Pisau-pisau itu diduga menjadi penyebab luka pada tubuh korban, termasuk luka di pergelangan tangan kiri dan leher. Namun apakah luka-luka tersebut akibat tindakan sendiri atau ulah orang lain, polisi belum memastikan.

“Kami masih mendalami apakah korban bunuh diri atau dibunuh. Semua kemungkinan kami buka. Kami cek apakah ada tanda kekerasan lain. Proses pengumpulan bukti masih berjalan,” jelas AKP Wildan.
Untuk memastikan arah penyidikan, polisi menggandeng tim Biddokkes dan Bidlabfor Polda Jateng melalui pendekatan Scientific Crime Investigation.
Korban pertama kali ditemukan keluarga sekitar pukul 05.30 WIB. Tubuhnya tergeletak di rerumputan sawah di belakang rumah. Dalam hitungan menit, warga berdatangan dan mengerumuni lokasi hingga polisi memasang garis polisi.
Dari olah TKP, polisi juga mengamankan:
- Bercak darah di beberapa titik
- Handphone korban
- Dua pisau berdarah
- Sidik jari beberapa orang
Selain bukti fisik, sejumlah saksi, termasuk keluarga dan juga sudah dimintai keterangan.
Keluarga menyampaikan kepada polisi bahwa Rendy diketahui mengalami tekanan psikologis dalam setahun terakhir, terutama setelah perceraian orang tuanya. Kondisi itu diperkuat dengan keterangan teman-teman dekatnya.
Pemuda yang sehari-hari berjualan air galon itu disebut semakin tertutup dan murung selama tiga bulan belakangan.
Jenazah Rendy kini berada di RSUD RA Kartini Jepara untuk menjalani autopsi. Polisi menegaskan, hasil autopsi menjadi penentu apakah kasus ini mengarah pada dugaan bunuh diri, rekayasa, atau pembunuhan.
“Autopsi akan menjadi titik terang dari seluruh dugaan dan temuan sementara,” kata Iptu Heru.
Penyelidikan masih terus berlangsung, dengan publik Jepara menanti jawaban dari teka-teki di balik kematian pemuda Tubanan yang penuh misteri ini.
(Red.)








