JEPARA, PortalMuria.com – Suasana kawasan Tahunan, Jepara, pada Jumat malam (28/11/2025) mendadak memanas. Dua anggota organisasi masyarakat (ormas) Grib harus dilarikan ke RSUD Jepara setelah terlibat bentrokan dengan sekelompok debt collector (DC) tak lama setelah waktu Magrib. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan kasus lama soal upaya penarikan paksa sebuah kendaraan, yang sebelumnya disertai dugaan pemerasan mencapai Rp25 juta.
Di ruang perawatan RSUD Jepara, sejumlah anggota Grib tampak memadati area rumah sakit, memberikan dukungan kepada rekan mereka yang terluka. Ketegangan pun terasa merayap di tengah kekhawatiran akan adanya aksi lanjutan.
Ketua DPC Grib Jepara, Agus Adodi, dalam instruksi resminya meminta seluruh anggota tetap menjaga kondusivitas dan tidak bergerak di luar komando organisasi. Ia menyebut pihaknya telah membuka komunikasi dengan aparat kepolisian.
“Semua anggota apabila sudah selesai laporan silakan kembali ke titik mako. Saya sudah komunikasi dengan Bapak Kasat, kita serahkan ke pihak yang berwajib,” tegasnya.
Namun, di sisi lain, Agus juga mengisyaratkan kesiapsiagaan internal jika proses hukum tidak berjalan cepat. Ia memerintahkan para ketua PAC untuk menyiagakan anggota apabila aparat dinilai lambat menangani dan menangkap para terduga pelaku pengeroyokan.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, mengeluarkan imbauan tegas agar seluruh pihak tak terpancing melakukan aksi balasan yang berpotensi memperkeruh keadaan.
“Saya menyarankan agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Silakan membuat laporan secara resmi, dan akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami laporan dari kedua belah pihak. Polisi menegaskan bahwa penanganan kasus harus sepenuhnya diserahkan kepada aparat agar tidak terjadi eskalasi yang mengancam stabilitas kamtibmas di Jepara.
Bentrokan ini menambah panjang daftar gesekan antara oknum debt collector dan warga maupun organisasi masyarakat. Publik kini menanti langkah kepolisian untuk memastikan kasus ini berjalan transparan dan tidak menyisakan bara konflik baru.
(Red.)








