Rembang , PortalMuria.com – Musim kemarau di Kabupaten Rembang berubah menjadi alarm bahaya. Angin kencang bercampur suhu panas bukan sekadar membuat gerah, tapi juga menyulut puluhan peristiwa kebakaran yang kian meresahkan warga.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, hingga awal September 2025 ini sudah 52 kejadian kebakaran melahap rumah warga, warung, hingga bangunan dapur. Angka yang mengejutkan, jika ditarik rata-rata, nyaris dua kebakaran setiap pekan.
“Mayoritas penyebabnya korsleting listrik dan kelalaian manusia. Padahal kami sudah sering mengingatkan, mulai dari periksa instalasi listrik sampai jangan meninggalkan kompor atau tungku menyala,” tegas Kabid Damkar BPBD Rembang, Erwin Rahadyan, Rabu (3/9/2025).
Dua Api, Dua Lokasi, Satu Hari
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Pada Selasa (2/9/2025), Lasem diguncang dua kebakaran sekaligus.
- Pagi hari, rumah Sulikah (59) di Dukuh Mahbang Desa Sumbergirang hangus terbakar. Dapur berdinding kayu jati rata dengan tanah. Diduga percikan api dari tungku kayu terseret angin, menelan kerugian hingga Rp20 juta.
- Malamnya, giliran warung makan milik Eni Pujiati (48) di Dukuh Tulis Desa Selopuro yang terbakar. Kompor gas diduga ditinggal menyala. Warga berhasil memadamkan dengan peralatan seadanya, sebelum damkar turun tangan memastikan pendinginan.
Tiga Kecamatan Paling Rawan
Jika dirunut, Rembang Kota jadi daerah dengan kasus terbanyak: 22 kejadian kebakaran. Disusul Kaliori (8 kejadian) dan Lasem (3 kejadian). “Setiap kali kami selesai memadamkan, kami sisipkan sosialisasi. Tapi semua kembali ke kewaspadaan warga,” imbuh Erwin.
Bom Waktu di Musim Kemarau
Fenomena ini menjadi peringatan keras bahwa kebakaran bukan hanya musibah, melainkan bom waktu yang bisa meledak kapan saja di tengah pemukiman padat. Sebuah tungku kayu yang tak terawasi atau kabel listrik yang dibiarkan usang, cukup untuk mengubah rumah menjadi puing abu.
Pesan BPBD jelas: waspada, cek listrik, jangan tinggalkan api. Musim kemarau belum berakhir dan si jago merah bisa saja datang tanpa undangan.
(Red.)








