Gedung DPRD Jepara Luluh Lantak, Administrasi Negeri Berjalan di Tengah Abu dan Jelaga

Muria Raya312 Dilihat

Jepara , PortalMuria.com – Kantor DPRD Jepara yang semestinya menjadi simbol demokrasi lokal kini berubah menjadi monumen luka. Dinding yang hangus, meja kerja yang gosong, kursi yang dijarah, hingga berkas-berkas penting yang entah musnah atau tercecer, menjadi saksi rapuhnya fasilitas publik di tengah amarah massa.

Suasana muram masih menyelimuti kompleks DPRD Jepara, Senin (1/9/2025). Sehari sebelumnya, gedung wakil rakyat ini luluh lantak akibat aksi demonstrasi yang berubah ricuh dan berujung pembakaran pada Minggu dini hari (31/8/2025). Pantauan di lokasi, kaca berserakan, gerbang depan roboh, dan bau asap pekat masih menusuk indera. Puing dan abu mengendap di setiap sudut, menegaskan betapa cepatnya simbol kedaulatan rakyat bisa runtuh.

Namun, di balik reruntuhan itu, roda administrasi tetap dipaksa berputar. Para pegawai Setwan hadir dengan wajah letih, sebagian membawa tumpukan berkas ke ruang seadanya, sebagian lain bekerja dengan komputer yang tersisa sambil duduk di kursi plastik.

Sekretaris Dewan (Setwan) Jepara, Deni Hendarko, menegaskan pihaknya tak bisa menunggu situasi pulih untuk bekerja.
“Tetap berjalan, tapi pilah-pilah dan secara bertahap,” ujarnya singkat, sembari mengawasi pegawainya menata dokumen yang terselamatkan.

Karena banyak ruangan hangus, sebagian pekerjaan kini dipindahkan ke Gerai UMKM DPRD—ruang kecil yang masih bisa difungsikan.
“Yang penting ada tempat aman untuk bekerja, memanfaatkan yang ada. Jangan sampai pelayanan lumpuh,” tambah Deni dengan nada berat.

Sementara itu, proses pembersihan belum bisa dilakukan menyeluruh. Tim masih menunggu investigasi resmi dari dinas terkait, karena dikhawatirkan ada berkas vital yang hilang, termasuk laporan pertanggungjawaban tahunan.

Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, mengakui aktivitas dewan nyaris lumpuh. Hanya sebagian anggota dewan yang hadir, itu pun harus rela berpindah tempat. Agenda rapat pimpinan, yang biasanya digelar di ruang utama, besok terpaksa dialihkan ke musala DPRD.
“Besok (2/9/2025) kita rapat pimpinan di musala. Untuk sementara, itu satu-satunya tempat yang layak dipakai,” ujarnya lirih.(Red.)