Gara-gara Isa Ansori Walk Out Saat Audiensi, Aliansi FORRBES Rembang Resmi Bubar

Berita, Rembang143 Dilihat

PORTALMURIA.COM, REMBANG – Suasana rapat audiensi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Rembang diwarnai aksi walk out (WO). Isa Ansori, salah satu peserta rapat yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PRABU Center, memilih meninggalkan forum secara tiba-tiba.

Aksi WO itu dilakukan sesaat sebelum mantan Sekda Rembang, Fahrudin, menyampaikan penjelasan dalam rapat yang digelar pada Selasa (6/10/2026) tersebut. Isa mengaku sengaja keluar lantaran menganggap persoalan dugaan pemalsuan dokumen yang dibahas sudah mendapatkan kejelasan dari pihak DPRD.

“Pak Drupodo menyampaikan bahwa clear, tidak ada pemalsuan atau fiat yang dipalsukan,” kata Isa saat ditemui awak media di lokasi.

Bagi Isa, penjelasan dari perwakilan DPRD tersebut sudah menjawab inti masalah alokasi anggaran yang dipertanyakan. Ia menilai kelanjutan forum sudah tidak lagi sejalan dengan tujuan awal audiensi untuk mencari titik kesalahan.

“Tujuan saya minta audiensi ini menemukan titik-titik kesalahan. Ternyata di situ jawabannya Pak Drupodo clear, tidak ada pemalsuan tanda tangan dan lain sebagainya. Ini clear, menurut saya. Ngapain dibahas lagi? Saya saja nggak senang. Jadi lebih baik saya keluar saja,” ketusnya.

Meski begitu, Isa tak menampik dirinya belum mendengarkan keterangan dari mantan Sekda Rembang Fahrudin yang turut hadir di lokasi. Padahal, Fahrudin merupakan salah satu pihak yang berkaitan langsung dengan administrasi perencanaan anggaran tersebut. Saat ditanya apakah Fahrudin tetap perlu memberi penjelasan, Isa membenarkannya.

“Ya wajib, harus,” ucap Isa singkat.

Grup WA Pergerakan Bubar

Buntut dinamika di internal forum tersebut, perpecahan di tubuh pergerakan tak terhindarkan. Koordinator Forum Rembang Bersatu (FORRBES), Arif Yulianto, secara mengejutkan menyatakan telah membubarkan grup komunikasi aliansi tersebut pada Senin (5/10).

Arif menjelaskan, keputusan pembubaran diambil setelah mempertimbangkan situasi internal yang dinilai sudah tidak lagi solid. Beberapa anggota dituding kerap mengambil langkah sendiri tanpa adanya koordinasi dengan pengurus.

“Tujuan awal pergerakan dinilai tidak lagi tercapai dalam wadah tersebut,” ujar Arif melalui pesan tertulis kepada anggota.

Arif menegaskan, setelah pengumuman pembubaran ini dibuat, seluruh kegiatan, komunikasi, maupun pergerakan ke depan tidak boleh lagi mengatasnamakan FORRBES. (B2)