GROBOGAN, PortalMuria.com – Warga Dusun Sukoharjo, RT 09 RW 05, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, dikejutkan oleh kobaran api yang melahap dua rumah sekaligus, Sabtu (4/10/2025) pagi. Asap hitam membubung tinggi, disusul jeritan warga yang panik berusaha menyelamatkan barang seadanya.
Kebakaran hebat yang terjadi sekitar pukul 07.13 WIB itu diduga kuat dipicu korsleting listrik. Api pertama kali muncul dari rumah milik Umiyati (63), lalu merembet cepat ke bangunan di sebelahnya yang masih satu keluarga.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 07.20 WIB. Regu Damkar Induk Purwodadi langsung meluncur ke lokasi dengan dua armada. Api berhasil dipadamkan total pada pukul 08.59 WIB,” jelas Ahmad Rifqi Syamsul Huda, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Grobogan.
Menurut kesaksian warga mengungkap detik-detik awal munculnya api. Azka Faradis (18), tetangga korban, mengaku sempat mendengar letupan kecil sebelum mencium bau kabel terbakar.
“Pas keluar rumah, api sudah menjilat atap rumah Bu Umiyati. Kami langsung teriak minta tolong dan memanggil warga,” ujar Azka.
Ketua RT setempat, Salim (60), segera menghubungi petugas pemadam. Berkat kerja cepat tim Damkar dan gotong royong warga, kobaran api akhirnya bisa dikendalikan meski dua rumah ludes rata dengan tanah.

Beruntung tidak ada korban jiwa, saat kejadian pemilik rumah sedang berada di sawah. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp325 juta — mencakup bangunan, perabotan, serta barang berharga lain yang tak sempat diselamatkan.
“Tidak ada korban jiwa, tapi dua rumah habis terbakar total. Kami imbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik agar musibah seperti ini tidak terulang,” tegas Rifqi.
Setelah memastikan api padam dan area aman, tim Damkar kembali ke Pos Induk Purwodadi sekitar pukul 09.12 WIB.
Pihak Damkar Grobogan mengingatkan bahwa korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran rumah di wilayah mereka. Warga diimbau untuk tidak menumpuk colokan listrik, mematikan alat elektronik sebelum keluar rumah, serta memeriksa kabel yang sudah mengelupas atau rapuh.
Musibah di Toroh pagi ini menjadi pengingat keras bahwa lengah beberapa detik, bisa kehilangan segalanya.
(Red.)








