Rumah Warga Grobogan Ludes Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp50 Juta

Berita, GROBOGAN20 Dilihat

PORTALMURIA.COM, GROBOGAN – Sebuah rumah milik Suwarto (65), warga Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (24/7/2026) siang. Peristiwa tersebut mengakibatkan bangunan rumah beserta sejumlah barang berharga di dalamnya hangus terbakar dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Kapolsek Grobogan AKP Sunarto menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh anak korban, Dwi Pebriyanto. Saat berada di dalam rumah, ia melihat percikan api muncul dari kabel listrik di dekat atap rumah yang kemudian dengan cepat memicu kobaran api.

Menyadari bahaya tersebut, Dwi segera meminta bantuan warga sekitar. Warga pun berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Karena tiupan angin cukup kencang, api dengan cepat membesar sehingga warga segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian,” ujar AKP Sunarto.

Tak berselang lama, personel Polsek Grobogan bersama tiga unit mobil pemadam kebakaran dan Tim Inafis Polres Grobogan tiba di lokasi kejadian. Berkat kerja sama petugas dan masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Selain membantu proses pemadaman, aparat kepolisian juga melakukan pengamanan lokasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kebakaran.

Dari hasil pemeriksaan sementara dan keterangan para saksi, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting pada instalasi listrik yang berada di salah satu kamar rumah.

Petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa sisa kayu bangunan yang terbakar, kabel listrik hangus, gabah atau padi yang ikut terbakar, serta kipas angin yang rusak akibat kobaran api.

Rumah berbentuk limasan berukuran sekitar 12 x 12 meter dengan konstruksi kayu dan dinding tembok tersebut mengalami kerusakan berat. Selain bangunan rumah, berbagai perabot rumah tangga serta dokumen penting milik korban juga tidak dapat diselamatkan.

AKP Sunarto mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Menurutnya, cuaca panas dan kondisi kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, baik akibat kelalaian maupun gangguan instalasi listrik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan dapur dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah, mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan, serta menggunakan instalasi listrik yang memenuhi standar SNI. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” pungkasnya.

(Red.)