Agus Mujayanto Silaturahmi ke Omah Aspirasi Rakyat Pati, Tegaskan Persatuan, Budaya, dan Semangat Kebangsaan

Berita, Pati101 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Tokoh publik, seniman, budayawan, sekaligus politisi asal Jawa Tengah, Agus Mujayanto, kembali menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya, mempererat silaturahmi, serta membangun keharmonisan antara agama dan budaya sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Agus Mujayanto yang dikenal luas sebagai keturunan atau cicit Sunan Kalijaga, selama ini aktif mengampanyekan pelestarian budaya Jawa sebagai bagian dari penguatan karakter bangsa. Di tengah aktivitasnya sebagai tokoh budaya dan politik, ia juga dikenal gemar menyatu dengan alam melalui kegiatan di hutan, gunung, maupun laut, serta rutin berziarah ke makam para leluhur sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada keluarga yang telah mendahuluinya.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi ke Omah Aspirasi Rakyat yang berlokasi di Desa Plangitan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Minggu (12/7/2026). Kehadirannya disambut hangat oleh Dwijo, yang akrab disapa Leak, selaku pemilik Omah Aspirasi Rakyat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, penuh kekeluargaan, dan diwarnai dialog mengenai pentingnya menjaga persatuan, memperkuat ideologi kebangsaan, serta melestarikan budaya Jawa sebagai warisan leluhur yang harus terus dijaga.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Mujayanto menyampaikan bahwa Omah Aspirasi Rakyat merupakan simbol kemajemukan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Ia berharap Omah Aspirasi Rakyat benar-benar menjadi ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, bertukar gagasan, dan memperkuat semangat persatuan.

Menurut Agus, keberadaan lambang Bendera Merah Putih di Omah Aspirasi Rakyat memiliki makna filosofis yang sangat mendalam.

“Merah Putih bukan sekadar dua warna. Merah melambangkan darah ibu dan putih melambangkan darah bapak. Filosofi itu mengajarkan bahwa bangsa ini lahir dari pengorbanan dan kasih sayang orang tua.Generasi sekarang harus memandang bangsa ini bukan sebagai sebuah kebetulan, tetapi sebagai amanah yang harus dijaga,” ujar Agus.

Dalam kunjungannya, Agus juga mengungkapkan bahwa dirinya tengah menjalani rangkaian perjalanan sejarah yang berkaitan dengan Kabupaten Pati.

Menurutnya, kejayaan Kerajaan Mataram memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Pati sehingga generasi muda perlu memahami akar sejarah tersebut.

“Saya meyakini kejayaan Mataram tidak bisa dilepaskan dari sejarah Pati. Ada benang sejarah yang saling terikat.Harapannya, generasi sekarang semakin memahami dan tidak pernah melupakan sejarah yang telah diukir para leluhur di tanah Jawa,” ungkapnya.

Dalam dialog tersebut, Agus menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.

“Pemimpin itu harus mempunyai rasa yang adil, karena semua harus saya rangkul,” tegas Agus Mujayanto.

Menurutnya, nilai tersebut merupakan ajaran luhur para leluhur yang mengedepankan kebersamaan, gotong royong, tepa selira, serta hidup berdampingan dalam keberagaman.

Ia juga menilai semangat kebangsaan harus terus tertanam dalam kehidupan masyarakat. Baginya, Merah Putih bukan hanya simbol negara, melainkan pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Sementara itu, Dwijo atau Leak menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan Agus Mujayanto.

Menurutnya, silaturahmi seperti ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antartokoh masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang sehat demi kepentingan bersama.

“Omah Aspirasi Rakyat kami bangun sebagai rumah bersama. Siapa pun boleh datang untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, dan membangun gagasan demi kemajuan masyarakat tanpa melihat perbedaan latar belakang,” ujar Leak.

Ia berharap Omah Aspirasi Rakyat dapat terus menjadi tempat bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, serta melahirkan berbagai gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menegaskan dirinya terbuka terhadap berbagai kritik, saran, maupun masukan dari masyarakat.

Menurutnya, pembangunan bangsa tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, ia berkomitmen untuk terus merangkul berbagai kalangan tanpa membedakan suku, agama, budaya, maupun latar belakang organisasi.

Agus mengungkapkan dirinya mendapat amanah untuk membangun komunikasi serta menyatukan berbagai elemen masyarakat di Jawa Tengah melalui pendekatan budaya dan kebersamaan.

Selain membahas persatuan, Agus Mujayanto dan Leak juga berdiskusi mengenai pentingnya menjaga budaya serta kearifan lokal Jawa.

Menurut Agus, budaya Jawa mengandung banyak nilai luhur yang dapat menjadi pedoman dalam membangun karakter bangsa, seperti sikap hormat, tepa selira, gotong royong, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menegaskan budaya tidak boleh hanya dipandang sebagai warisan sejarah, tetapi harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Leak menilai pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan semangat persatuan.

“Kalau budaya dan persaudaraan tetap dijaga, maka perbedaan bukan menjadi pemisah, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun daerah dan Indonesia,” tegas Leak.

Silaturahmi di Omah Aspirasi Rakyat ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat persatuan, membuka ruang dialog, serta menjaga nilai-nilai budaya dan kebangsaan.

Melalui komunikasi yang terbuka dan semangat merangkul seluruh elemen masyarakat, Agus Mujayanto dan Leak berharap dapat membangun sinergi yang semakin kuat dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, berbudaya, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan ajaran luhur para leluhur.

(Red.)