Hari Jadi Kudus ke-477 Berubah, Kenduren Massal Dimajukan ke 23 Agustus 2026, Ini Alasannya

Berita, Kudus18 Dilihat

KUDUS, PortalMuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melakukan perubahan besar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kudus ke-477. Tradisi Kenduren Massal yang selama ini identik digelar pada malam 22 September resmi dimajukan menjadi Minggu malam, 23 Agustus 2026.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari masa transisi rekonstruksi sejarah Hari Jadi Kudus. Mulai tahun ini, Kenduren Massal akan menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian peringatan atau dalam istilah Jawa disebut “wiwit”.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Abdul Halil, mengatakan perubahan jadwal dilakukan sebagai bagian dari penyusunan kembali sejarah Hari Jadi Kudus berdasarkan kajian akademis.

“Ini dalam bahasa Jawanya wiwit. Jadi tanggal 23 Agustus menjadi awal rangkaian Hari Jadi Kudus, dimulai dengan acara kenduren,” ujar Abdul Halil, Sabtu (11/7/2026).

Sebelum pelaksanaan kenduren, Pemkab Kudus bersama Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) serta PT Sukun akan menggelar Seminar Rekonstruksi Hari Jadi Kudus pada 27 Juli 2026 di Tajug Menara Kudus.

Seminar tersebut akan membahas hasil kajian akademis mengenai sejarah penetapan Hari Jadi Kudus. Hasilnya kemudian akan diumumkan kepada masyarakat saat pelaksanaan Kenduren Massal pada 23 Agustus 2026.

Menurut Halil, penyampaian hasil seminar direncanakan dilakukan oleh Bupati Kudus, DPRD Kudus, serta Yayasan Menara Kudus.

Suasana Kenduren Massal Hari Jadi Kabupaten Kudus yang diikuti ribuan masyarakat di kawasan Alun-alun Kudus. Tradisi tahunan ini menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan pelestarian budaya lokal. Pada 2026, pelaksanaan Kenduren Massal dijadwalkan dimajukan menjadi 23 Agustus sebagai awal rangkaian peringatan Hari Jadi Kudus ke-477.

Rekomendasi dari seminar nantinya akan menjadi dasar penyusunan Peraturan Daerah (Perda), sehingga penetapan Hari Jadi Kudus memiliki landasan hukum dan akademik yang kuat.

Pemkab menargetkan mulai tahun 2027 seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Kudus sudah sepenuhnya mengikuti hasil rekonstruksi tersebut.
Selain perubahan jadwal, konsep pelaksanaan Kenduren Massal juga mengalami penyesuaian.

Acara direncanakan dipusatkan di Alun-alun Kudus Kulon atau kawasan Taman Menara Kudus. Namun, lokasi tersebut masih menunggu persetujuan Bupati Kudus, dengan Alun-alun Simpang Tujuh disiapkan sebagai alternatif.

Sementara itu, tradisi yang biasanya berlangsung pada 22 September tetap dilaksanakan, tetapi dalam format yang lebih sederhana. Pada sore hari akan digelar Khotmil Quran di Pendapa Kabupaten Kudus.

Tradisi ingkungan atau makan tumpeng ayam bersama yang selama ini menjadi bagian dari malam Hari Jadi ditiadakan karena telah dipindahkan ke agenda Kenduren Massal pada Agustus.

Selanjutnya, Upacara Peringatan Hari Jadi Kudus ke-477 tetap berlangsung sesuai jadwal, yakni pada pagi hari 23 September 2026 di halaman Pendapa Kabupaten Kudus.

Sebagai penutup rangkaian masa transisi tersebut, Pemkab Kudus juga menyiapkan hiburan bagi masyarakat berupa konser musik gratis di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada 26 Agustus 2026. Konser itu akan menghadirkan dua band nasional, Guyon Waton dan Setia Band, sebagai puncak kemeriahan peringatan Hari Jadi Kudus ke-477.

(Red.)

Posting Terkait

Baca Juga