Thomas Cup 2026: Indonesia Tantang Juara Eropa, Debut Ubed Menambah Semangat Garuda

Olahraga33 Dilihat

Portal Muria – 22 April 2026 | Forum Horsens, Denmark menjadi saksi bisu kompetisi beregu bulu tangkis paling bergengsi dunia pada 24 April hingga 3 Mei 2026. Thomas Cup ke-34 dan Uber Cup ke-31 digelar beriringan, menampilkan pertarungan sengit antara raksasa-rasaka dunia bulu tangkis. Tim Nasional Indonesia menyiapkan strategi matang, menggabungkan pengalaman veteran dan energi muda, termasuk debut menanti Mohammad Zaki Ubaidillah yang akrab dipanggil “Ubed“.

Sejak pertama kali digelar pada 1949, Thomas Cup telah berevolusi dari 8 tim peserta menjadi lebih dari 30 tim yang bersaing. Indonesia memegang rekor tertinggi dengan 14 gelar, terakhir pada 2020 setelah menundukkan China dengan skor 3-0. Namun, dua edisi terakhir (2022 dan 2024) Indonesia harus puas menjadi runner-up, kalah masing-masing dari India dan China. Tekanan untuk kembali mengangkat trofi kini menjadi beban sekaligus motivasi.

Tim Thomas Indonesia masuk dalam Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Jadwal pertama mereka melawan Aljazair pada 24 April 2026 pukul 23.30 WIB, disiarkan secara eksklusif lewat Vidio. Pertandingan ini tidak hanya menjadi pembuka perjalanan, tetapi juga panggung debut Ubed yang berusia 18 tahun. Sebelumnya, Ubed pernah menorehkan perak di SEA Games 2025, dan kini ia siap menambah catatan prestasinya di level tertinggi.

“Piala Thomas memiliki magis tersendiri. Saya tidak menyangka bisa masuk tim ini dan tidak sabar untuk debut,” ujar Ubed dalam pernyataan resmi PBSI yang diterima Okezone. Persiapan intensif selama dua hari menjelang turnamen sudah membuahkan penyesuaian kondisi yang baik, menurutnya. Selain Ubed, jajaran tunggal ketiga Indonesia juga diisi oleh Alwi Farhan, menambah kedalaman skuad di belakang Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

Pelatih ganda putra, legenda Hendra Setiawan, kembali berperan sebagai mentor, memberikan sentuhan taktik berharga bagi pasangan ganda. Kapten tim, Fajar Alfian, menegaskan pentingnya sinergi antara generasi lama dan baru untuk menembus final.

Di samping kompetisi pria, Uber Cup menanti tantangan tersendiri. Tim putri Indonesia, dipimpin oleh Putri Kusuma Wardani, berada di Grup C bersama Chinese Taipei, Kanada, dan Australia. Setelah menjadi finalis pada 2024, harapan tinggi diletakkan pada tim ini untuk kembali menembus final dan menantang dominasi China yang memiliki 16 gelar.

Berikut data singkat prestasi Thomas Cup dan Uber Cup hingga 2026:

Turnamen Negara Jumlah Gelar
Thomas Cup Indonesia 14 (1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2020)
Thomas Cup China 11 (1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, 2018, 2024)
Uber Cup Indonesia 3 (1975, 1994, 1996)
Uber Cup China 16 (1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1998, 2000, 2002, 2004, 2006, 2008, 2012, 2014, 2016, 2020, 2024)

Penampilan di Denmark juga menjadi ajang pertemuan antara Indonesia dan juara Eropa terbaru. Prancis, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir, menjadi lawan berat di fase grup. Kombinasi kecepatan, kekuatan, dan taktik akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk mengatasi tantangan tersebut.

Selain aksi di lapangan, penyiaran melalui Vidio menambah nilai komersial dan eksposur. Platform ini menawarkan streaming live, replay, serta fitur full match catch-up, memastikan penggemar tidak melewatkan momen penting. Paket berlangganan BWF + SPOTV dan Platinum Extra menjadi pilihan bagi penonton yang menginginkan pengalaman menonton premium.

Dengan target menembus final Thomas Cup dan semifinal Uber Cup, harapan rakyat Indonesia tertuju pada generasi baru yang dipimpin oleh bintang veteran serta pendatang baru yang bersemangat. Jika Ubed dapat menampilkan performa konsisten, serta Jonatan Christie dan rekan-rekannya mempertahankan dominasi mereka, Indonesia berpeluang besar untuk menambah koleksi trofi bergengsi.

Secara keseluruhan, Thomas Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan panggung drama kebanggaan nasional. Dari persiapan intensif, strategi pelatih, hingga dukungan penonton melalui platform digital, semua elemen bersinergi menyiapkan panggung bagi Indonesia untuk kembali mengukir sejarah.