Portal Muria – 22 April 2026 | Jakarta, 21 April 2026 – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, secara resmi melantik lima pejabat eselon II baru di lingkungan Kementerian Keuangan pada Selasa, 21 April 2026. Upacara pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 94/2026 tentang Mutasi dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Purbaya menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar fasilitas, melainkan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, terutama di tengah kondisi geopolitik global yang tidak stabil. Ia menekankan tiga arahan utama bagi para pejabat eselon II yang baru dilantik: menjaga disiplin fiskal, memperkuat pengelolaan kas negara (cash management), serta menjadikan APBN sebagai instrumen counter‑cyclical untuk menstabilkan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan.
Direksi fiskal yang diminta Purbaya meliputi upaya memastikan defisit anggaran tidak melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sebagai sinyal kredibilitas fiskal Indonesia di mata dunia. “Angka defisit bukan sekadar target, melainkan indikator kepercayaan investor dan lembaga keuangan internasional,” ujar Purbaya dalam pidatonya.
Pengelolaan kas negara yang lebih baik diharapkan dapat menjaga aliran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap lancar, sehingga program‑program pemerintah tidak terhambat. Dalam konteks ini, Purbaya mengingatkan bahwa Kementerian Keuangan bukan sekadar bendahara, melainkan penjaga stabilitas keuangan nasional.
Selain tiga prioritas strategis, Menteri Keuangan juga menekankan pentingnya integritas dan kepemimpinan yang kuat. “Tidak ada ruang abu‑abu di Kemenkeu. Setiap pelanggaran, sekecil apa pun, dapat menimbulkan dampak sistemik,” tegasnya, menambahkan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas publik.
Berikut adalah lima pejabat eselon II yang dilantik pada hari itu:
- Kepala Biro Advokasi Sekretariat Jenderal Kemenkeu – Rofii Edy Purnomo
- Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kemenkeu – Ihda Muktiyanto
- Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) – Ferry Ardiyanto
- Kepala Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara Kalimantan Timur dan Utara – Sugeng Apriyanto
- Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya Ditjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) – Suska
Para pejabat baru dihadapkan pada tantangan berat, mengingat ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh konflik geopolitik, perlambatan pertumbuhan di beberapa wilayah, serta volatilitas pasar keuangan. Purbaya menegaskan bahwa Kementerian Keuangan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kepercayaan pasar, mengelola risiko fiskal, serta memastikan kebijakan fiskal tetap responsif terhadap dinamika eksternal.
Dengan menempatkan APBN sebagai instrumen counter‑cyclical, Kemenkeu diharapkan dapat menstabilkan siklus ekonomi nasional, mengurangi dampak resesi global, dan mendukung penciptaan lapangan kerja. “Jika disiplin fiskal terjaga, investor akan lebih percaya, modal asing akan masuk, dan ekonomi kita dapat tumbuh lebih cepat,” kata Purbaya.
Pelantikan ini sekaligus menandai kelanjutan proses rotasi dan penguatan struktur birokrasi di Kementerian Keuangan, yang bertujuan meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan ekonomi nasional. Purbaya menutup acara dengan doa bersama, berharap agar para pejabat dapat melaksanakan tugasnya dengan amanah, integritas, dan dedikasi tinggi demi kemakmuran bangsa.
Dengan komitmen kuat terhadap disiplin fiskal, manajemen kas yang profesional, serta kebijakan counter‑cyclical yang tepat, Kemenkeu berharap dapat menavigasi tantangan global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai ekonomi yang stabil dan terpercaya di kancah internasional.









