Davina Karamoy dan Ardhito Pramono Tampil Mesra di Kota Tua, Netizen Anggap Gimmick Tak Natural

Berita33 Dilihat

Portal Muria – 22 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Pasangan selebriti Davina Karamoy dan musisi Ardhito Pramono kembali menarik perhatian publik setelah keduanya terlihat berpelukan hangat di kawasan bersejarah Kota Tua, Jakarta, pada Sabtu sore. Momen tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial, di mana sejumlah netizen menilai aksi keduanya terkesan dipaksakan atau sekadar gimmick demi menambah popularitas.

Menurut saksi mata yang berada di lokasi, Ardhito dan Davina tampak santai sambil berjalan menyusuri jalanan berbatu berwarna pastel, kemudian berhenti sejenak di depan sebuah kafe retro dan saling memeluk. Kedua tokoh publik tersebut tampak tidak canggung, berbeda dengan penampilan mereka pada beberapa kesempatan sebelumnya yang terkesan kaku. Sementara itu, fotografer jalanan berhasil mengabadikan momen tersebut, yang kemudian menyebar luas melalui platform Instagram, Twitter, dan TikTok.

Reaksi netizen beragam. Sebagian besar mengapresiasi kehangatan yang ditunjukkan pasangan ini, menyebutkan bahwa mereka tampak lebih natural dan memberikan contoh hubungan yang menyenangkan di tengah sorotan publik. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik aksi tersebut sebagai upaya pencitraan. Pada sebuah thread Twitter, pengguna dengan nama @kritikmedia menulis, “Kalau memang memang ada rasa, kenapa baru muncul di tengah kampanye media sosial? Terlihat seperti gimmick untuk menambah engagement.” Sedangkan pengguna lain, @fansdavina, menanggapi dengan komentar positif, “Akhirnya mereka tidak canggung lagi! Ini bukti kalau mereka sudah nyaman satu sama lain.”

Berbagai media hiburan di Indonesia pun segera menanggapi peristiwa ini. Beberapa portal menyoroti bahwa hubungan antara Davina dan Ardhito memang sudah berjalan lama, namun belum pernah terlihat begitu akrab di depan publik. Dalam sebuah wawancara singkat yang diberikan kepada sebuah stasiun televisi lokal, Ardhito mengungkapkan, “Kami memang suka menghabiskan waktu bersama, dan Kota Tua menawarkan nuansa romantis yang cocok untuk kami. Tidak ada agenda khusus, hanya ingin menikmati momen bersama.” Sementara Davina menambahkan, “Saya rasa kami sudah lebih terbuka satu sama lain, jadi tidak mengapa jika tampil mesra di depan kamera.”

Pengamat media sosial, Rini Wulandari, mengamati bahwa fenomena selebriti memperlihatkan kemesraan di ruang publik kini menjadi strategi umum untuk meningkatkan interaksi digital. “Kita hidup di era di mana visual menjadi mata uang utama. Ketika pasangan publik menampilkan kedekatan mereka, algoritma platform cenderung memberi mereka eksposur lebih tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan followers dan potensi endorsement,” ujarnya dalam sebuah catatan yang dipublikasikan di sebuah blog industri kreatif.

  • Netizen menilai aksi tersebut natural dan menambah kehangatan hubungan.
  • Sebagian menganggapnya gimmick untuk meningkatkan engagement di media sosial.
  • Ardhiti dan Davina menyatakan bahwa momen itu spontan dan tanpa agenda komersial.
  • Pengamat menegaskan bahwa visual romantis memang berpotensi meningkatkan eksposur digital.

Di sisi lain, para kritikus budaya menyoroti bahwa ekspektasi publik terhadap penampilan hubungan selebriti dapat menimbulkan tekanan psikologis. Mereka berpendapat, ketika pasangan harus selalu tampil mesra, hal itu dapat mengaburkan batas antara kehidupan pribadi dan publik. “Kita harus memberi ruang bagi selebriti untuk menjadi manusia biasa, bukan sekadar konten konsumsi,” ujar Dr. Budi Santoso, dosen sosiologi media Universitas Indonesia.

Terlepas dari beragam opini yang muncul, momen pelukan di Kota Tua tetap menjadi topik hangat yang mengundang perbincangan luas tentang keautentikan hubungan selebriti di era digital. Apakah aksi tersebut memang sekadar spontan atau strategi pemasaran, hal itu tetap menjadi bahan perdebatan di kalangan netizen dan pengamat media.