Laos Kuasai Grup B Piala AFF U-17 2026, Thailand dan Filipina Tersingkir

Olahraga115 Dilihat

Portal Muria – 21 April 2026 | Turnamen Piala AFF U-17 2026 memasuki babak semifinal dengan lanskap yang cukup mengejutkan. Di Grup B, Laos tampil gemilang dengan mengumpulkan tujuh poin, mengalahkan ekspektasi banyak pengamat dan menyingkirkan dua tim tradisional kuat, Thailand dan Filipina, yang berakhir di posisi ketiga dan keempat masing-masing. Keberhasilan Laos menandai perubahan dinamika sepak bola muda di kawasan Asia Tenggara, sementara kegagalan Thailand dan Filipina menambah daftar tim yang harus melakukan evaluasi mendalam.

Sejak fase grup dimulai, Laos menunjukkan konsistensi defensif dan efektivitas serangan. Tim berjuluk “Elephant Warriors” berhasil mengumpulkan dua kemenangan dan satu hasil imbang, mencatatkan total tujuh poin dengan selisih gol yang menguntungkan. Kemenangan pertama mereka datang atas Myanmar dengan skor 2-1, di mana striker muda Phounthong Phonlan menorehkan dua gol krusial pada menit 23 dan 68. Pertandingan berikutnya melawan Thailand berakhir imbang 1-1 setelah Thailand membalas gol pada menit 55 melalui striker mereka, Somchai Kittipong, namun Laos berhasil menyeimbangkan melalui tendangan penalti Phonlan pada menit 78.

Berpuncak pada laga penutup Grup B melawan Filipina, Laos mengamankan kemenangan 3-0 yang menegaskan dominasi mereka. Gol-gol dicetak oleh Phonlan, midfielder tengah Vongthong Sayavong, dan penyerang muda Khamphanh Souk. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan posisi pertama grup, tetapi juga memastikan Laos melaju ke semifinal bersama Australia, pemenang Grup C.

Di sisi lain, Thailand yang sebelumnya dianggap sebagai kandidat kuat untuk menembus final, harus menerima kenyataan pahit setelah hanya mengumpulkan tiga poin. Dengan satu kemenangan melawan Filipina (2-0) dan dua kekalahan melawan Laos (1-1 imbang) serta Myanmar (0-2), Thailand menempati posisi ketiga di grup. Kekalahan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan seleksi pelatih dan strategi taktik yang diterapkan oleh tim U-17 Thailand.

Filipina, yang menempati posisi keempat, juga tidak mampu melampaui harapan. Setelah mengalami kekalahan telak 0-3 dari Laos, mereka hanya berhasil meraih satu poin dari hasil imbang 0-0 melawan Myanmar. Kekalahan ini menutup peluang mereka melaju ke fase knockout, menjadikan mereka salah satu tim yang tersingkir bersama Timor Leste, Myanmar, dan Indonesia dari grup lainnya.

Sementara itu, grup lain menampilkan dinamika yang tak kalah menegangkan. Grup A berakhir dengan Vietnam di puncak klasemen (7 poin), Malaysia sebagai runner-up (6 poin), dan Indonesia tersingkir setelah hanya mengumpulkan empat poin. Kegagalan Indonesia menjadi catatan terburuk sejak 2017, mengakhiri tradisi semifinal yang telah berlangsung selama empat edisi terakhir.

Berikut rangkuman klasemen akhir Grup B:

Posisi Tim Poin Selisih Gol
1 Laos 7 +5
2 Myanmar 4 +2
3 Thailand 3 0
4 Filipina 3 -2

Kemenangan Laos tidak hanya mengangkat moral sepak bola nasional mereka, tetapi juga menjadi bukti bahwa investasi dalam program pembinaan usia dini mulai menunjukkan hasil. Pelatih kepala Laos, Bounthavy Phommasack, menyatakan bahwa kerja keras akademi muda di Vientiane dan kebijakan pemerintah dalam memperkuat infrastruktur latihan menjadi faktor utama kesuksesan tim.

Di sisi lain, federasi sepak bola Thailand mengumumkan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad U-17, termasuk peninjauan kembali kebijakan scouting dan pelatihan taktik. Sementara itu, tim Filipina menegaskan komitmen untuk memperbaiki sistem pembinaan mereka, terutama dalam hal pengembangan mental pemain muda di kompetisi internasional.

Semifinal Piala AFF U-17 2026 kini menjanjikan pertandingan yang menarik. Laos akan berhadapan dengan pemenang Grup C, Australia, yang menutup grup dengan sembilan poin dan selisih gol +9. Pertarungan ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Laos, namun kemenangan mereka di fase grup memberi keyakinan bahwa kejutan masih memungkinkan.

Secara keseluruhan, turnamen ini menegaskan bahwa sepak bola usia dini di Asia Tenggara sedang mengalami pergeseran kekuatan. Laos menjadi simbol kebangkitan, sementara negara-negara dengan tradisi kuat seperti Thailand dan Filipina harus kembali menata strategi untuk kembali bersaing di level tertinggi. Perubahan ini diharapkan dapat memperkaya kualitas kompetisi regional dan menyiapkan generasi pemain yang lebih siap menatap tantangan di ajang Piala Asia U-17 2026 yang akan datang.