Portal Muria – 19 April 2026 | Turnamen Piala Dunia 2026 semakin mendekat, menampilkan beragam cerita dari kancah sepak bola pria, wanita, hingga budaya penyambutan di Amerika Serikat. Di satu sisi, tim nasional Inggris dan Skotlandia menantikan peluang mereka di kompetisi terbesar, sementara tim wanita Amerika Serikat (USWNT) bersiap mengukir langkah menuju kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil. Di sisi lain, Boston menjadi panggung unik yang menggabungkan pertandingan sepak bola, perayaan sejarah, dan legalisasi ganja rekreasi.
Menurut analisis superkomputer Opta, Inggris masuk dalam tiga besar favorit untuk mengangkat trofi, dengan peluang 11,05 % untuk menjadi juara. Tim Asas Singa memiliki 67,77 % kemungkinan lolos dari Grup L (yang berisi Kroasia, Ghana, dan Panama) dan 69,22 % untuk melaju ke babak 16 besar. Jika berhasil melewati fase grup, peluang mereka mencapai 47,78 % untuk mencapai perempat final, 30,22 % untuk semifinal, dan 18,79 % untuk masuk final—sebuah harapan besar mengingat penampilan mereka pada Piala Dunia 2022 berakhir di perempat final.
Skotlandia, yang kembali ke Piala Dunia pertama kali sejak 1998, berada di Grup C bersama Brasil, Maroko, dan Haiti. Opta menilai peluang mereka hanya 9,93 % untuk lolos dari fase grup, namun jika berhasil, peluang melaju ke babak 16 besar melonjak menjadi 24,25 %. Peluang mencapai perempat final dan semifinal masing-masing 8,8 % dan 2,7 %, dengan hanya 0,82 % untuk menembus final.
Di arena wanita, USWNT sedang menjalani proses pemulihan setelah rangkaian tiga pertandingan melawan Jepang. Meski fokus utama tim saat ini adalah menyiapkan jadwal internasional 2026, mereka juga menatap kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027 yang akan diadakan di Brasil. Tim mengandalkan regenerasi pemain dan pengalaman pelatih untuk memastikan posisi kompetitif di tahap selanjutnya.
Boston, Massachusetts, menjadi sorotan khusus karena kota ini akan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan Piala Dunia antara Juni dan Juli 2026, termasuk laga pembuka di Gillette Stadium (yang akan dinamai Boston Stadium selama turnamen). Diperkirakan dua juta pengunjung akan berdatangan, sebagian besar dari luar New England, dan setengahnya berasal dari luar negeri. Selain pertandingan, festival 16 hari di City Hall Plaza, Boston Harborfest, serta perayaan 250 tahun kemerdekaan AS akan menyatu dengan atmosfer sepak bola.
Salah satu fenomena unik yang menambah warna acara adalah legalitas ganja rekreasi di Massachusetts. Bagi banyak wisatawan internasional, terutama dari negara-negara seperti Norwegia atau Skotlandia yang masih melarang penggunaan ganja, Boston menjadi tempat pertama di mana mereka dapat membeli produk cannabis secara sah. Dispensari seperti Apex Noire di Downtown Boston dan Firebrand Cannabis di dekat stasiun kereta South Station menyiapkan beragam produk—dari rokok hingga edibles—untuk melayani penggemar sepak bola yang ingin menikmati pengalaman baru sebelum menonton pertandingan.
Para pengunjung diperkirakan akan memanfaatkan kemudahan akses transportasi, dengan hingga 20.000 penggemar menggunakan kereta komuter setiap hari untuk menuju Gillette Stadium. Kedekatan dispensari dengan stasiun membuatnya menjadi “tempat singgah” yang strategis bagi mereka yang menggabungkan kecintaan pada sepak bola dan cannabis.
Berikut ringkasan prediksi peluang utama menurut Opta:
- Inggris: 11,05 % peluang menjadi juara; 67,77 % lolos grup; 69,22 % mencapai 16 besar.
- Skotlandia: 9,93 % lolos grup; 24,25 % mencapai 16 besar; 0,82 % peluang final.
- Spanyol: 15,98 % peluang juara (favorit tertinggi).
- Prancis: 12,24 % peluang juara.
- Argentina: 10,26 % mempertahankan gelar.
Dengan kombinasi prediksi statistik, persiapan tim nasional wanita, serta fenomena budaya yang muncul di Boston, Piala Dunia 2026 menjanjikan cerita yang beragam—dari harapan meraih trofi hingga pengalaman unik di luar lapangan. Semua mata dunia kini tertuju pada Amerika Utara, menunggu aksi yang akan menorehkan sejarah baru dalam sepak bola internasional.










