Bojan Hodak Bungkam Kritik, Tegaskan Sergio Castel Tak Perlu Dipertanyakan Performa di BRI Super League 2025/2026

Olahraga76 Dilihat

Portal Muria – 19 April 2026 | Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, kembali menjadi sorotan media setelah ia menanggapi kritik mengenai kontribusi penyerang asal Kroasia, Sergio Castel, dalam beberapa laga terakhir. Dalam konferensi pers usai pertandingan melawan Bali United pada 12 April 2026, Hodak menegaskan bahwa performa Castel masih dalam proses adaptasi dan tidak boleh dinilai semata‑mata dari satu atau dua pertandingan. Ia menambahkan bahwa tim secara keseluruhan masih berada pada posisi yang strategis di klasemen, namun setiap laga, termasuk yang dianggap mudah, tetap menuntut konsistensi.

Hodak menjelaskan bahwa Persib saat ini sedang menempati posisi terdepan dengan selisih tipis satu hingga empat poin dibandingkan pesaing terdekat, Borneo FC dan Persija Jakarta. “Liga ini memang lebih kompetitif daripada dua musim sebelumnya. Semua tim memiliki potensi untuk mengalahkan satu sama lain, termasuk tim‑tim papan bawah,” ujarnya. Pernyataan ini memperkuat pandangannya bahwa tidak ada lawan yang dapat dianggap enteng, sehingga tekanan pada setiap pemain, termasuk Castel, tetap tinggi.

Sergio Castel, yang baru bergabung pada musim ini, mencatatkan gol pertamanya pada laga melawan Bali United, mencetak sundulan bersama rekan setimnya, Federico Barba, yang mengantarkan Persib menang 3-2. Meskipun gol tersebut mendapat pujian, sebagian pengamat menilai kontribusi Castel masih belum konsisten, terutama dalam hal pergerakan off‑the‑ball dan penempatan di area lawan. Hodak menanggapi hal tersebut dengan menekankan pentingnya proses pembelajaran. “Setiap pemain baru membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan taktik tim dan kecepatan liga ini. Castel sudah menunjukkan momen-momen bagus, dan kami yakin dia akan semakin berkembang,” jelasnya.

Selain menanggapi performa individu, Hodak juga menolak anggapan bahwa jadwal sisa musim Persib lebih ringan dibandingkan rivalnya. Ia menegaskan bahwa sisa tujuh laga yang dijadwalkan meliputi Dewa United, Arema FC, Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Persijap Jepara, semuanya memiliki tingkat kesulitan yang serupa. Menurutnya, bahkan tim seperti PSBS Biak yang tengah mengalami masalah internal tidak serta merta menjadi lawan yang mudah. “Semua tim di liga ini dapat mengalahkan tim lain pada hari tertentu. Kami harus fokus satu per satu,” pungkasnya.

Berikut jadwal sisa pertandingan Persib yang harus dihadapi hingga akhir musim:

  • Pekan ke‑28: Dewa United vs Persib – Banten International Stadium (20 April 2026)
  • Pekan ke‑29: Persib vs Arema FC
  • Pekan ke‑30: Bhayangkara FC vs Persib
  • Pekan ke‑31: Persib vs PSIM Yogyakarta
  • Pekan ke‑32: Persija Jakarta vs Persib
  • Pekan ke‑33: Persib vs PSM Makassar
  • Pekan ke‑34: Persijap Jepara vs Persib

Hodak menekankan bahwa konsistensi dalam mengelola tekanan pada setiap laga menjadi kunci utama untuk mempertahankan keunggulan. Ia menegaskan bahwa fokus utama tetap pada permainan tim secara kolektif, bukan pada sorotan individu. “Kami tidak akan terganggu oleh komentar yang hanya menilai satu pemain. Kami menilai berdasarkan hasil tim,” tegasnya.

Dalam menutup pernyataan, pelatih berusia 54 tahun tersebut mengingatkan bahwa masih ada enam laga tersisa dan semua tim masih berada dalam perburuan gelar. “Apapun hasilnya – menang, kalah, atau imbang – kami harus tetap melangkah dengan tekad. Liga ini masih terbuka hingga laga terakhir,” tutup Hodak, menegaskan semangat juang Persib untuk mengamankan gelar juara musim ini.