Portal Muria – 18 April 2026 | Pada Jumat malam, 17 April 2026, AAMI Park menjadi saksi pertarungan sengit antara Melbourne Victory dan Newcastle Jets yang berakhir dengan skor imbang 2-2. Pertandingan yang menjadi sorotan utama pekan ke-25 A-League Men ini menampilkan serangkaian aksi cepat, pergantian strategi, serta gol-gol krusial yang menambah ketegangan pada perebutan Primus Plate.
Melbourne Victory, yang berada di puncak klasemen, memulai laga dengan menelan gol awal dari mantan pemain mereka, Eli Adams, yang mencetak gol pada menit ke-18 setelah menerima peringatan kartu kuning. Meskipun tertinggal, Victory tidak menyerah. Di menit ke-31, Charles Nduka, penyerang asal Nigeria yang bergabung pada Januari, membuka keunggulan lewat tembakan dekat kotak penalti setelah menerima umpan dari wing-back Joshua Rawlins. Tak lama setelah itu, pada menit ke-34, Nduka menambah satu lagi dengan tendangan cepat yang memanfaatkan ruang di area pertahanan Jets, menjadikan skor 2-0 untuk Victory.
Setelah keunggulan dua gol, Newcastle Jets berusaha bangkit. Tim asuhan Mark Milligan meningkatkan intensitas serangan dan berhasil memaksa pertahanan Victory yang kali ini mengadopsi formasi lima bek. Tekanan itu berbuah pada menit ke-89 ketika Eli Adams mengeksekusi tendangan penalti setelah pelanggaran terhadap Sebastian Esposito di kotak penalti. Gol penalti tersebut mengembalikan keunggulan Jets menjadi 2-2, dan pertandingan berakhir dengan poin yang sama bagi kedua tim.
Statistik individu menunjukkan performa gemilang Charles Nduka, yang kini mencetak lima gol sejak kedatangannya di Melbourne Victory. Sementara itu, Eli Adams menambah dua gol pada laga ini, menegaskan peran pentingnya bagi Newcastle Jets dalam upaya menutup jarak dengan pemuncak klasemen.
Pelatih Victory, yang memilih strategi back five untuk menahan serangan Jets, tampak puas meski harus berbagi poin. “Kami mencoba menyeimbangkan pertahanan dan serangan, dan Nduka memberikan kontribusi luar biasa,” ujar pelatih Victory dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Di sisi lain, Mark Milligan, pelatih Newcastle Jets, menilai hasil imbang ini sebagai langkah positif menjelang akhir musim. “Kami mendekati gelar Primus Plate dan hasil ini menunjukkan bahwa kami mampu bersaing dengan tim teratas. Kami akan menunggu hasil pertandingan antara Auckland United dan Mariners pada akhir pekan untuk melihat apakah kami dapat mengamankan gelar,” kata Milligan. Ia menambahkan bahwa timnya telah belajar banyak dari laga melawan Victory, terutama dalam menghadapi formasi pertahanan yang lebih padat.
Selain peran Nduka dan Adams, beberapa nama lain yang mencuri perhatian termasuk Sebastian Esposito yang kembali dari protokol gegar otak, serta Brendan Hamill yang kembali ke skuad setelah pemulihan ACL selama 11 bulan. Penampilan mereka menambah kedalaman pada lini tengah Victory yang berusaha mengendalikan tempo pertandingan.
Kondisi cuaca menurun pada malam pertandingan menambah tantangan fisik bagi kedua tim. Namun, semangat juang tidak surut. Kedua tim menunjukkan determinasi tinggi, mengingat posisi mereka di papan klasemen: Victory memimpin dengan selisih tiga poin, sementara Jets menempati posisi kedua, hanya empat poin di belakang pemuncak.
Dengan hasil imbang ini, Newcastle Jets kini berada dalam posisi yang menguntungkan untuk merebut gelar jika Auckland United gagal mengalahkan Mariners pada Minggu mendatang. Sementara itu, Melbourne Victory harus menunggu hasil pertandingan lain untuk memastikan tempat mereka di babak final musim ini.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan betapa kompetitifnya A-League Men musim 2025/2026. Kedua tim menampilkan kualitas teknis, taktik fleksibel, dan semangat juang yang tinggi. Penonton yang menyaksikan di stadion maupun melalui siaran televisi dapat menikmati drama yang terus berubah hingga peluit akhir, menambah antisipasi menjelang fase penutup kompetisi.








