Sassuolo Tundukkan Como 2-1, Fabio Grosso Puji Pertahanan Solid dan Penampilan Jay Idzes yang Mempesona

Olahraga45 Dilihat

Portal Muria – 18 April 2026 | Stadion Mapei, Reggio Emilia menjadi saksi sengitnya pertempuran Seri A pada pekan ke-32 Liga Italia musim 2025/2026 ketika Sassuolo menaklukkan Como dengan skor tipis 2-1 pada Sabtu (17/4/2026) malam WIB. Pertandingan yang berlangsung dalam atmosfer penuh tekanan ini menampilkan taktik cerdas sang pelatih Fabio Grosso, keberhasilan lini serang muda Cristian Volpato, serta kontribusi defensif luar biasa dari bek tengah timnas Indonesia, Jay Idzes.

Gulungan pertama dimulai pada menit ke-42 ketika Volpato, pemain berusia 22 tahun yang baru bergabung dari AS Roma pada 2023, mengeksekusi serangan balik cepat. Dengan kontrol bola yang mantap, ia melepaskan tembakan lob yang meluncur melewati kiper Como, Butez, dan masuk ke sudut atas gawang. Empat menit kemudian, pada menit ke-44, M’Bala Nzola menambah keunggulan Sassuolo lewat penyelesaian tajam di dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan dari lini tengah.

Como berusaha bangkit menjelang jeda babak pertama. Pada menit tambahan pertama (45+2), Nico Paz berhasil menyamakan kedudukan dengan sundulan kepala akurat setelah servis dari lini tengah. Gol tersebut menjadi satu-satunya poin yang didapatkan Como, namun tidak cukup untuk mengubah arah hasil akhir.

Secara statistik, Como menguasai bola sebesar 69 persen, menciptakan tiga tembakan tepat sasaran, sementara Sassuolo hanya memiliki empat tembakan tepat sasaran namun berhasil memaksimalkan dua peluang menjadi gol. Dominasi penguasaan bola oleh Como tidak berujung pada hasil yang diharapkan karena pertahanan Sassuolo tampil disiplin, dipimpin oleh Idzes yang bermain penuh 90 menit bersama rekan setimnya, Tarik Muharemovic.

Setelah pertandingan, pelatih Sassuolo Fabio Grosso memuji keseluruhan penampilan timnya. “Kami bertahan dengan pengorbanan penuh dan menyerang dengan timing yang tepat,” ungkapnya dalam konferensi pers. Grosso juga menyoroti peran Volpato, menyebutnya sebagai pemain dengan bakat besar yang mampu memberikan kontribusi krusial lewat gol pertamanya. Selanjutnya, ia menekankan pentingnya konsistensi defensif, terutama dari Idzes, yang menurut data statistik menunjukkan akurasi umpan 89 persen (16 operan sukses dari 18 percobaan), dua tekel, dua blok, dan lima sapuan.

Di sisi lain, Cesc Fabregas, mantan pemain bintang Barcelona yang kini melatih Como, mengakui bahwa timnya belum dapat menandingi kualitas Sassuolo. “Performanya bahkan tidak lebih dari 10 persen dari penampilan total Sassuolo di laga ini,” katanya. Fabregas menambahkan bahwa pertahanan timnya kurang cepat, sayap Armand Lauriente sulit dikendalikan, dan rotasi pemain yang dilakukan pada babak kedua tidak menghasilkan sinergi yang diharapkan.

Kekalahan ini menambah tekanan pada Como yang kini berada di peringkat kelima dengan 58 poin, terjauh dua poin dari Juventus yang berada di posisi empat. Jika Juventus berhasil mengalahkan Bologna pada Senin (20/4/2026), peluang Como untuk bersaing dalam zona Liga Champions akan semakin tipis.

Penampilan Jay Idzes mendapat pujian khusus dari media Italia. Dalam laporan Sassuolo News, Idzes dinilai memiliki rating 7,2, menonjolkan distribusi bola yang solid dan kemampuan menahan serangan lawan. Ia berhasil menutup ruang gerak penyerang Como, termasuk Marc-Oliver Kempf dan Alberto Moreno, serta mendominasi area penalti dalam duel melawan serangan Inter Milan di laga sebelumnya.

Statistik tim menunjukkan bahwa kemenangan ini merupakan gol ke-13 Sassuolo musim ini, mengangkat mereka ke posisi sembilan klasemen sementara dengan 45 poin dari 33 pertandingan. Sementara itu, Como harus mengkaji kembali taktik yang terlalu bergantung pada penguasaan bola tanpa menghasilkan peluang berbahaya.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan bahwa strategi pertahanan solid yang dipadukan dengan serangan balik cepat dapat mengalahkan dominasi penguasaan bola. Fabio Grosso berhasil menyesuaikan taktik timnya, sementara Jay Idzes menunjukkan kelas internasionalnya di panggung Serie A, menambah nilai jual pemain Indonesia di kancah Eropa.

Ke depan, Sassuolo akan berusaha mempertahankan momentum kemenangan ini menjelang fase penutup musim, sementara Como harus memperbaiki koordinasi lini belakang dan meningkatkan efektivitas serangan agar tidak tergerus oleh kompetitor lain di papan atas klasemen.