D4vd Ditangkap di Los Angeles, Kasus Pembunuhan Celeste Rivas Kian Panas dan Menyentak Industri Musik

HUKUM & KRIMINAL172 Dilihat

Portal Muria – 18 April 2026 | Los Angeles, 18 April 2026 – Musisi muda asal Amerika Serikat yang dikenal dengan nama panggung D4vd (David Anthony Burke) resmi ditangkap polisi pada hari Rabu malam setelah menjadi tersangka utama dalam penyelidikan pembunuhan remaja berusia 15 tahun, Celeste Rivas Hernandez. Penangkapan ini memicu gelombang kehebohan tidak hanya di kalangan penggemar musik, melainkan juga di industri hiburan internasional, termasuk Korea Selatan, di mana penampilan D4vd di acara musik televisi M Countdown baru-baru ini harus dihapus secara paksa.

Menurut pernyataan resmi kepolisian Los Angeles, D4vd ditangkap di rumah pribadinya setelah tim investigasi menemukan bukti pendukung yang mengaitkan sang penyanyi dengan lokasi penemuan jenazah. Pada September 2025, jenazah Celeste ditemukan terbungkus dalam bagasi sebuah mobil Tesla yang terdaftar atas nama D4vd. Badan korban dalam kondisi pembusukan parah, sehingga penyebab kematian masih belum dapat dipastikan secara medis, namun fakta keberadaan jenazah di dalam mobil milik penyanyi menambah beban bukti bagi penyidik.

Tim hukum D4vd segera merespons dengan mengeluarkan pernyataan tegas yang membantah keterlibatan klien mereka dalam pembunuhan. “David saat ini hanya ditahan berdasarkan kecurigaan. Tidak ada dakwaan resmi maupun tuntutan pidana yang telah diajukan oleh jaksa penuntut,” ujar juru bicara kuasa hukum D4vd dalam sebuah konferensi pers virtual. Pengacara menegaskan bahwa semua bukti forensik yang ada belum menunjukkan keterlibatan langsung sang musisi, dan menekankan bahwa proses hukum harus berjalan sesuai prosedur tanpa prasangka publik.

Kasus ini pertama kali mencuat pada bulan September 2025 ketika seorang warga melaporkan temuan jenazah di area penampungan mobil yang terletak di Hollywood Hills. Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa kendaraan tersebut sebelumnya dilaporkan terbengkalai, kemudian diidentifikasi sebagai milik D4vd melalui nomor plat yang terdaftar pada nama aslinya, David Burke. Selama penyelidikan, pihak kepolisian juga menelusuri jejak digital dan komunikasi antara D4vd dan Celeste, termasuk dugaan foto bersama, tato pasangan yang serasi, serta catatan keberadaan mereka di satu rumah di kawasan Hollywood.

Sejumlah media internasional, termasuk MSN dan Variety, melaporkan bahwa Lembaga Kehakiman Los Angeles telah merujuk kasus ini ke divisi pembunuhan khusus untuk menyusun dakwaan lebih lanjut. Sementara itu, keluarga Celeste menyampaikan duka yang mendalam, menyebut korban sebagai sosok yang penuh kasih dan dicintai banyak orang. Mereka menuntut proses hukum yang transparan dan menegaskan harapan agar pelaku, jika terbukti bersalah, mendapat hukuman setimpal.

Di sisi lain, industri hiburan Korea Selatan merespons secara cepat. Penampilan D4vd di program musik M Countdown yang sempat menjadi sorotan pada tahun 2025 kini dihapus seluruhnya dari arsip daring. Keputusan ini diambil setelah laporan media Amerika mengonfirmasi penangkapan D4vd pada 17 April 2026. Platform streaming dan televisi di Korea menurunkan semua konten yang menampilkan penyanyi tersebut, termasuk video klip dan foto kolaborasi dengan artis K‑Pop seperti Stray Kids, P1Harmony, dan BOYNEXTDOOR.

Penghapusan konten tersebut menimbulkan perdebatan mengenai etika penangguhan karya seni ketika artis terlibat dalam kasus kriminal. Sebagian netizen berargumen bahwa karya seni seharusnya dipisahkan dari tindakan pribadi sang pencipta, sementara yang lain menilai bahwa langkah itu wajar sebagai bentuk tanggung jawab sosial media dan stasiun televisi.

Kasus D4vd juga menambah daftar artis internasional yang terjerat masalah hukum di Amerika Serikat. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari label rekaman atau manajemen D4vd mengenai konsekuensi kontrak atau rencana tur yang telah dibatalkan. Penggemar setia D4vd masih menunggu klarifikasi lebih lanjut, sementara tim hukum bersiap menyajikan bukti-bukti pembelaan di pengadilan.

Dengan proses hukum yang masih berjalan, publik diingatkan untuk menahan diri dari spekulasi berlebihan dan menunggu hasil penyelidikan resmi. Apapun hasil akhirnya, kasus ini akan menjadi pelajaran penting tentang dampak media sosial, privasi, dan tanggung jawab publik terhadap figur publik yang berada di sorotan.