Portal Muria – 17 April 2026 | Stade de la Meinau menyaksikan pertarungan dramatis pada tanggal 16 April 2026 ketika RC Strasbourg menumpas Mainz 05 dengan skor 4-0 di leg kedua perempat final UEFA Conference League. Kemenangan telak itu menambah keunggulan 4-2 secara agregat dan mengakhiri harapan Rheinhessen melaju ke semifinal.
Setelah menutup leg pertama dengan keunggulan tipis 2-0 di rumah, Mainz masuk dengan keyakinan tinggi. Namun, pelatih Urs Fischer sudah memperingatkan bahwa Strasbourg akan “menyalakan kembang api” di menit‑menit awal. Prediksi itu terbukti tepat ketika tim tuan rumah menguasai serangan sejak awal.
Menit ke‑25 menjadi titik balik. Martial Godo mengirimkan umpan silang ke sisi kanan, yang diterima Diego Moreira dalam posisi bebas. Moreira mengeksekusi volley spektakuler, namun Daniel Batz melakukan penyelamatan luar biasa, menahan bola tepat di sudut gawang.
Kurang dari sepuluh menit kemudian, Sebastian Nanasi, yang bermain sebagai gelandang menyerang, memanfaatkan umpan silang Ben Chilwell. Bola meluncur ke tiang pendek, dan Nanasi berhasil menancapkan kepala ke gawang pada menit ke‑26, mencetak gol pertama bagi Strasbourg.
Tak lama setelah itu, pada menit ke‑35, Abdoul Ouattara menambah keunggulan lewat sundulan tajam setelah umpan dari Julio Enciso. Gol kedua ini memperbesar selisih menjadi 2-0 dan menambah tekanan pada pertahanan Mainz.
Babak pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk Strasbourg, meski Mainz sempat mendekat lewat peluang di menit ke‑39 dan ke‑40 yang dibuang oleh Batz. Kedua tim kembali ke ruang ganti dengan Mainz masih menyimpan harapan, namun tekanan mental semakin berat.
Babak kedua dimulai lebih tenang. Mainz berusaha mengatur ritme, tetapi Strasbourg tetap menekan. Pada menit ke‑65, wasit João Pinheiro menunjuk pelanggaran di dalam kotak penalti setelah Dominik Kohr menjegal Valentin Barco. Emanuel Emegha mengeksekusi tendangan penalti, namun Batz kembali menunjukkan kelasnya dengan menangkis bola ke tiang.
Sayangnya bagi Mainz, kegagalan penalti justru membuka peluang bagi Strasbourg. Julio Enciso, yang sebelumnya menjadi pencipta gol, berhasil memanfaatkan kekosongan di lini belakang pada menit ke‑70. Ia menembak dengan tembakan keras yang menembus gawang, menjadikannya gol ketiga.
Empat menit kemudian, Ismael Doukouré menambah poin akhir pada menit ke‑74 setelah memanfaatkan serangan balik cepat. Gol keempat ini menutup rapatnya skor 4-0, menegaskan dominasi Strasbourg.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Strasbourg dalam penguasaan bola dan tembakan tepat sasaran. Batz, meskipun menyelamatkan satu penalti, tidak mampu menahan serangan beruntun dari lawan. Sementara itu, Strasbourg menampilkan efisiensi tinggi, mencetak empat gol dari delapan tembakan ke gawang.
Penonton yang berjumlah 30.631 menyaksikan aksi penuh tensi, dan suasana stadion menjadi saksi bisu berakhirnya kampanye European terbaik dalam sejarah Mainz 05. Meski kalah, Mainz dapat menghibur diri dengan catatan sejarah: ini merupakan perjalanan terjauh mereka di kompetisi Eropa.
Ke depan, Strasbourg melangkah ke semifinal melawan Rayo Vallecano yang dijadwalkan pada 30 April dan 7 Mei. Sementara Mainz 05 harus kembali ke Bundesliga, di mana mereka dijadwalkan melawan Borussia Mönchengladbach pada hari Minggu, 19:30 WIB, melalui siaran langsung Audiostream di Sportschau.de.
Kesimpulannya, kemenangan 4-0 Strasbourg tidak hanya menutup babak Conference League bagi Mainz 05, tetapi juga menegaskan kemampuan tim Prancis dalam kompetisi Eropa musim ini. Pertandingan ini menjadi contoh bagaimana strategi agresif di menit‑menit awal dapat merobek kepercayaan lawan, dan bagaimana satu penyelamatan tidak cukup untuk menahan gelombang serangan yang terorganisir.














