Portal Muria – 17 April 2026 | Crystal Palace mengamankan tempat di semifinal UEFA Conference League setelah menahan serangan terakhir Fiorentina di Stadio Artemio Franchi pada 16 April 2026. Meskipun tim Italia berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke‑30 lewat penalti Albert Gudmundsson dan mencetak gol tambahan melalui Cher Ndour pada menit ke‑53, keunggulan 3‑0 dari leg pertama memastikan kemenangan agregat 4‑2 bagi Eagles.
Leg pertama yang dimainkan di Selhurst Park berakhir dengan kemenangan 3‑0 bagi Palace, memberikan mereka keunggulan yang tampak aman. Namun suasana di Florence berubah menjadi tegang ketika Ismaila Sarr membuka skor bagi tamu pada menit ke‑17 dengan sundulan tajam setelah umpan silang Daniel Muñoz. Gol tersebut menimbulkan harapan bagi Fiorentina untuk bangkit.
Setelah gol Sarr, Fiorentina merespon dengan cepat. Albert Gudmundsson mengeksekusi penalti pada menit ke‑30 setelah Jaydee Canvot menjatuhkan Rolando Mandragora di dalam kotak penalti. Gol penalti tersebut menyamakan hasil leg kedua menjadi 1‑1.
Babak kedua dimulai dengan tekanan tinggi dari kedua sisi. Pada menit ke‑53, pengganti Cher Ndour menembak dari luar kotak penalti dan berhasil menaklukkan kiper Dean Henderson, menjadikan skor akhir 2‑1 untuk Fiorentina pada malam itu. Meskipun begitu, agregat tetap mendukung Palace.
Pertandingan juga dipenuhi momen emosional. Sebelum kickoff, kedua tim mempersembahkan menit hening untuk menghormati Alex Manninger, mantan kiper Fiorentina yang meninggal dalam kecelakaan pada pagi hari yang sama. Pemain memasang gelang hitam dan berdiri mengelilingi lingkar tengah stadion, menandakan rasa duka bersama.
Di sisi lain, Palace harus menelan pukulan cedera. Adam Wharton dan Maxence Lacroix terpaksa keluar pada babak pertama karena cedera otot, sementara Jean‑Philippe Mateta digantikan pada babak istirahat karena keluhan yang belum jelas. Pelatih Oliver Glasner menyatakan keprihatinan, namun menegaskan bahwa tim tetap fokus pada tujuan akhir.
Berikut rangkaian gol dan peristiwa penting pertandingan:
| Menit | Tim | Pencetak | Jenis Gol |
|---|---|---|---|
| 17′ | Crystal Palace | Ismaila Sarr | Sundulan |
| 30′ | Fiorentina | Albert Gudmundsson | Penalti |
| 53′ | Fiorentina | Cher Ndour | Tembakan luar kotak |
Setelah kemenangan ini, Crystal Palace akan melanjutkan perjuangannya melawan Shakhtar Donetsk pada perempat final berikutnya. Kedua tim akan bertemu dalam dua leg, dengan Palace berharap dapat menambah sejarah dengan trofi pertama di kompetisi Eropa.
Pelatih Oliver Glasner, yang kini berada di ujung masa jabatan di klub, dipuji atas pencapaian ini. Di luar lapangan, ia baru-baru ini mengungkapkan kekecewaannya atas penjualan beberapa pemain kunci, namun keberhasilan melaju ke semifinal menegaskan warisan yang akan dikenang oleh pendukung.
Fiorentina, meskipun tersingkir, menunjukkan semangat juang yang mengingatkan pada “kutukan” panjang klub dalam turnamen ini. Tim Italia tetap bertekad memperbaiki performa di kompetisi domestik dan menyiapkan diri untuk musim berikutnya.
Dengan kombinasi keberanian, dukungan emosional, dan tantangan cedera, pertandingan ini menegaskan betapa kompetisi UEFA Conference League dapat menghasilkan drama yang tak terduga, sekaligus memberi peluang bagi klub-klub seperti Crystal Palace untuk menorehkan sejarah baru dalam sepak bola Eropa.








