Nathan Tjoe-A-On Sindir NAC Breda Usai Bebas Paspoortgate: Klub Lakukan Apa Saja demi Hindari Degradasi

Olahraga18 Dilihat

Portal Muria – 17 April 2026 | Bek Timnas Indonesia Nathan Tjoe-A-On kembali tampil bersama Willem II pada laga kemenangan melawan Almere City setelah sempat menepi akibat polemik “paspoortgate” yang mengguncang Liga Belanda. Kasus ini bermula dari laporan klub NAC Breda kepada KNVB yang mempersoalkan status izin kerja pemain Dean James setelah ia dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia pada Maret 2025. Karena keputusan tersebut, sejumlah pemain berdarah Indonesia yang bermain di Belanda, termasuk Nathan, harus ditahan sementara dari aktivitas tim.

Menurut Nathan, situasi tersebut terasa sangat aneh karena bertepatan dengan jeda internasional ketika ia berada di Indonesia untuk tugas kebangsaan. “Di satu sisi, memang terasa aneh, namun di sisi lain semua keributan terjadi saat saya sedang berada di tanah air,” ujar pemain berusia 24 tahun itu dalam wawancara dengan Brabants Dagblad. Ia menambahkan bahwa di Belanda masalah tampak dibesar‑bujarkan, sementara di Indonesia ia merasakan ketidakpastian yang jauh lebih kecil.

Pembekuan tersebut membuat Nathan tidak diperbolehkan mengakses fasilitas latihan Willem II. Selama masa itu, ia harus berlatih secara mandiri dengan bantuan pelatih pribadi. “Latihan mandiri tidak sama dengan sesi tim, namun saya tetap menjaga kebugaran dan kemampuan bermain selama 90 menit,” kata Nathan setelah kembali ke lapangan melawan Almere City.

Walaupun dampak paspoortgate memengaruhi kariernya, Nathan tidak menyalahkan NAC Breda secara pribadi. Ia justru menyatakan dapat memahami motivasi klub yang berada di zona degradasi. “Saya dapat memahami sampai batas tertentu bahwa klub seperti NAC, yang sedang berjuang menghindari relegasi, akan melakukan apa saja untuk meraih keuntungan,” ujar Nathan. Namun ia menilai langkah tersebut tidak sepenuhnya realistis dan menambah beban psikologis bagi pemain yang terlibat.

Berikut rangkuman sikap Nathan terkait kasus ini:

  • Masalah paspoort dianggap berlebihan di Belanda.
  • Pembekuan pemain tanpa akses fasilitas klub menimbulkan kebutuhan latihan mandiri.
  • Solusi dipercepat setelah jeda internasional berakhir, memungkinkan Nathan kembali ke lapangan.
  • Nathan memahami tekanan NAC Breda yang berada di zona degradasi, namun menilai tindakan mereka tidak proporsional.

Setelah penyelesaian kasus, Nathan menegaskan bahwa penanganan masalah berjalan baik berkat pihak yang kompeten. “Seluruh masalah ditangani oleh orang‑orang yang tahu apa yang mereka lakukan, sehingga saya tidak khawatir dan dapat kembali bermain dengan cepat,” katanya. Ia juga menyampaikan rasa syukurnya dapat kembali berkontribusi bagi Willem II dalam sisa musim, terutama menjelang babak play‑off promosi yang krusial.

Kasus paspoortgate juga menyoroti kompleksitas regulasi kepemilikan ganda di Liga Belanda. Laporan NAC Breda terhadap Dean James memicu investigasi independen KNVB yang pada akhirnya memutuskan tidak ada sanksi bagi klub Go Ahead Eagles karena tidak ditemukan unsur kesengajaan. Keputusan ini memicu NAC Breda membawa sengketa ke pengadilan, menambah ketegangan di antara klub‑klub Eredivisie yang tengah berjuang menghindari degradasi.

Bagaimanapun, Nathan Tjoe-A-On menutup pembicaraan dengan nada positif. “Saya tidak menyimpan dendam, melainkan melihat kejadian ini sebagai bagian dari dinamika profesional sepak bola. Fokus saya kini adalah membantu Willem II meraih hasil maksimal,” tuturnya. Dengan kembali bermain penuh, ia berharap dapat menambah pengalaman internasional bagi Timnas Indonesia serta menjadi contoh bagi pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri.