Stadion Sriwedari Solo Jadi Ganti Venue Pegadaian Championship: Deltras vs Kendal Tornado Dijadwalkan Ulang

Olahraga258 Dilihat

Portal Muria – 16 April 2026 | JATENG – Laga lanjutan pekan ke-25 Pegadaian Championship 2025/2026 antara Deltras FC dan Kendal Tornado FC resmi dipindahkan ke Stadion Sriwedari, Solo. Perubahan venue ini diumumkan melalui surat resmi operator kompetisi ILeague dengan nomor 077/LUI-KOM/IV/2026, yang menyatakan bahwa Stadion Gelora Delta Sidoarjo akan dipakai sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Piala AFF U-17 2026.

Awalnya pertandingan dijadwalkan pada Minggu, 19 April 2026 pukul 15.30 WIB di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Namun, karena kebutuhan logistik turnamen junior Asia, pihak penyelenggara memutuskan memindahkan lokasi pertandingan ke Stadion Sriwedari, Solo, yang berjarak relatif dekat dengan markas Kendal Tornado. Meskipun tempat berubah, jadwal tetap dipertahankan sehingga tim dan pendukung tidak perlu menyesuaikan waktu pertandingan.

Manajer Kendal Tornado FC, Heri Sasongko, mengonfirmasi penerimaan surat perubahan venue pada Selasa, 14 April 2026. “Benar, kami sudah menerima surat perubahan venue pertandingan yang dikirim operator kompetisi,” ujar Heri dalam konferensi pers singkat. Ia menambahkan bahwa perpindahan lokasi tidak mengganggu persiapan tim Laskar Badai Pantura. “Tim tetap menjalani latihan seperti biasa di Charlie Training Center, Salamsari, Boja, Kendal. Jarak Solo yang tidak terlalu jauh memberi keuntungan bagi proses recovery pemain,” tegasnya.

Pelatih kepala Kendal Tornado, Stefan Keeltjes, menilai bahwa venue baru justru dapat meningkatkan kondisi fisik pemain. “Stadion Sriwedari sudah familiar bagi kami, sehingga tidak perlu adaptasi yang berarti. Kami berharap dengan arena yang lebih dekat, pemain dapat pulih lebih cepat dan fokus pada taktik melawan Deltras,” kata Stefan. Namun, ia memperingatkan pentingnya tetap waspada terhadap lawan. Dalam dua pertemuan terakhir, Kendal Tornado mengalami kekalahan 0-1 dan 1-3 atas Deltras FC, baik di kandang maupun di luar.

Deltras FC, yang saat ini menempati posisi tengah klasemen, mengandalkan serangan cepat dan pressing tinggi. Tim asal Sidoarjo menyiapkan skuad utama tanpa perubahan signifikan, mengingat mereka telah menyesuaikan jadwal latihan untuk menyesuaikan diri dengan kompetisi Piala AFF U-17 yang akan berlangsung bersamaan. Menurut sumber internal klub, pelatih Deltras berencana menekankan kerja set-piece dan transisi cepat pada laga melawan Kendal Tornado.

Perpindahan venue juga memberikan dampak logistik bagi suporter. Kedutaan penggemar Kendal Tornado menyatakan kesiapan transportasi ke Solo, dengan kereta api dan bus yang disiapkan khusus pada hari pertandingan. Sementara itu, suporter Deltras FC yang biasanya menumpuk di Stadion Gelora Delta, kini harus menyesuaikan perjalanan ke Solo. Kedua klub berjanji akan menyediakan informasi tiket dan transportasi secara transparan melalui media sosial resmi masing-masing.

Stadion Sriwedari sendiri memiliki kapasitas sekitar 15.000 penonton dan pernah menjadi tuan rumah sejumlah pertandingan tingkat nasional. Fasilitasnya meliputi ruang ganti modern, lapangan berumput sintetis, serta sistem pencahayaan yang memenuhi standar AFC. Penggunaan stadion ini untuk pertandingan Liga 2 diprediksi akan meningkatkan atmosfer pertandingan dan memberikan keuntungan bagi tim tuan rumah, yaitu Kendal Tornado, yang sebelumnya pernah menempati stadion ini dalam beberapa laga kandang.

Analisis taktis menunjukkan bahwa Kendal Tornado dapat memanfaatkan dukungan penonton lokal di Solo untuk meningkatkan intensitas pressing. Di sisi lain, Deltras FC diharapkan tetap menjaga disiplin pertahanan, mengingat rekam jejak mereka dalam mengalahkan Kendal baik di kandang maupun di luar.

Dengan semua faktor tersebut, pertandingan pada 19 April 2026 diprediksi akan menjadi ujian penting bagi kedua tim dalam perjuangan mereka meraih poin maksimal. Kemenangan akan memberikan dorongan moral dan menambah jarak aman dari zona degradasi, sementara kekalahan dapat menambah tekanan pada pelatih dan pemain menjelang fase akhir kompetisi.

Kesimpulannya, perubahan venue ke Stadion Sriwedari tidak hanya merupakan solusi logistik akibat penyelenggaraan Piala AFF U-17, tetapi juga menambah dimensi baru pada dinamika kompetisi Pegadaian Championship. Kedua tim kini harus menyiapkan taktik yang adaptif, memanfaatkan kondisi fisik optimal, dan mengelola tekanan mental untuk meraih hasil terbaik di laga penting ini.