Portal Muria – 16 April 2026 | Semarang – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menegaskan dukungan penuh partainya terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu (15/4/2026) di ibukota provinsi, menyoroti langkah cepat dan kebijakan konsisten Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Komitmen serupa juga diungkapkan oleh Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, yang menekankan pentingnya kerja keras Presiden Prabowo bersama jajaran menteri untuk memastikan pasokan energi tetap aman. Sarmuji menyoroti bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah telah mengguncang pasar energi global, menambah beban bagi negara-negara konsumen energi, termasuk Indonesia.
“Kondisi global saat ini tidak mudah. Konflik di Timur Tengah menimbulkan goncangan besar pada harga dan ketersediaan energi. Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil bekerja tanpa lelah, bahkan dapat dikatakan ‘banting tulang’, untuk melindungi kepentingan energi nasional,” kata Sarmuji dalam keterangannya pada Selasa (14/4/2026).
Selain menyoroti tantangan geopolitik, Sarmuji menambahkan bahwa kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad menambah ketidakpastian pasokan energi. Dalam situasi tersebut, Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar, aktif melobi berbagai negara untuk mengamankan alternatif pasokan energi. “Mencari sumber energi alternatif bukanlah hal mudah dalam kondisi normal, apalagi saat banyak negara bersaing mendapatkan sumber yang sama. Oleh karena itu, langkah cepat pemerintah menjadi sangat krusial,” jelas Sarmuji.
Ia mencontohkan upaya diplomasi energi yang melibatkan negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika, Afrika, hingga Rusia. “Menteri ESDM telah melakukan lobi intensif ke berbagai belahan dunia untuk mengamankan stok energi nasional,” tambahnya.
Fraksi Partai Golkar di DPR juga berjanji akan terus mendukung kebijakan pemerintah yang berfokus pada diversifikasi sumber energi dan kemandirian energi dalam negeri. Dukungan ini mencakup upaya percepatan pengembangan energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
Dalam konteks kebijakan energi, pemerintah Indonesia telah meluncurkan serangkaian program, antara lain Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan program percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Golkar Jateng menilai bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak swasta sangat penting untuk mewujudkan target energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.
Penguatan stabilitas energi juga berimplikasi pada sektor ekonomi makro. Harga listrik yang stabil dan pasokan energi yang terjamin mendukung pertumbuhan industri, meningkatkan daya saing ekspor, dan melindungi konsumen dari fluktuasi harga bahan bakar. Oleh karena itu, dukungan politik yang solid dari partai-partai besar, termasuk Golkar, menjadi faktor penopang kebijakan jangka panjang.
Secara keseluruhan, pernyataan Mohammad Saleh dan Muhammad Sarmuji mencerminkan konsensus politik dalam menghadapi tantangan energi global. Dengan mengedepankan diplomasi energi, percepatan transisi ke energi bersih, serta koordinasi lintas sektor, Indonesia berharap dapat menjaga stabilitas energi nasional meski berada dalam lingkungan geopolitik yang tidak menentu.
Ke depan, partai Golkar berkomitmen untuk terus memantau implementasi kebijakan energi, memberikan masukan konstruktif, serta menggalang dukungan publik demi tercapainya ketahanan energi yang berkelanjutan.








