Portal Muria – 16 April 2026 | Proses pemilihan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Semarang untuk periode 2025‑2031 semakin memasuki fase krusial. Musyawarah Cabang (Muscab) PKB yang digelar di Horison Resort Tlogo Tuntang menjadi ajang utama untuk menyeleksi nama‑nama yang akan bersaing memimpin organisasi tingkat kabupaten. Di antara nama‑nama yang muncul, Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah, kini tercatat sebagai salah satu kandidat potensial.
Berikut ini adalah susunan nama‑nama yang telah teridentifikasi dalam fase awal seleksi:
- Nur Arifah – Wakil Bupati Semarang
- Fauqi Hapidekso
- Umar Sujadi
- Badaruddin – petahana
Selain empat nama utama di atas, Muscab juga membuka ruang bagi usulan peserta untuk menambah daftar calon. Beberapa usulan yang diterima antara lain:
- Aba Yayit Al Bustomi
- Abdul Hamid
- Awan Zulfawa
Semua kandidat, baik yang berasal dari hasil mapping maupun usulan peserta, dipandang memiliki peluang yang setara untuk meraih kursi ketua DPC. Hal ini mencerminkan komitmen PKB untuk menjalankan proses internal yang transparan dan kompetitif, sekaligus menghindari praktik favoritisme yang dapat merusak solidaritas kader.
Langkah selanjutnya dalam proses seleksi ialah pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang akan dilakukan oleh DPP PKB. UKK berfungsi sebagai mekanisme verifikasi menyeluruh terhadap integritas, rekam jejak, serta kepatuhan hukum masing‑masing calon. Hasil UKK nantinya menjadi landasan utama bagi DPP dalam menentukan calon yang layak maju ke tahap akhir pemilihan.
“Setelah UKK selesai, baru diumumkan calon ketua terpilih. Semua kewenangan ada di DPP,” tegas Hanif Azka, menegaskan bahwa otoritas akhir berada pada struktur pusat partai. Pernyataan ini menegaskan pentingnya koordinasi antara tingkat kabupaten dan pusat untuk menjaga konsistensi kebijakan partai.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziyah, menyampaikan pesan penting kepada seluruh kader. Ia menekankan pentingnya soliditas internal dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks. “Muscab kali ini harus menjadi sarana untuk menjaga kekompakan. Kita harus fokus pada pencapaian kemenangan ke depan,” ujar Ida, mengingatkan bahwa keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh hasil pemilihan internal, melainkan juga kemampuan bersatu dalam menghadapi persaingan eksternal.
Ida Fauziyah juga menyoroti posisi strategis Jawa Tengah dalam lanskap politik nasional. Menurutnya, PKB saat ini menempati peringkat kedua di provinsi tersebut, namun masih terdapat jarak signifikan dengan partai yang menduduki posisi teratas. Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya kerja keras kolektif untuk memperkecil kesenjangan tersebut.
Pemilihan Kabupaten Semarang sebagai lokasi pembuka rangkaian Muscab se‑Jawa Tengah dipandang strategis. Kabupaten ini tidak hanya menjadi titik geografis penting, tetapi juga memiliki potensi pengaruh besar dalam peta kemenangan partai di tingkat provinsi. Keberhasilan Muscab di Semarang diharapkan menjadi contoh bagi cabang‑cabang lain dalam melaksanakan proses demokratis internal yang bersih dan terstruktur.
Secara keseluruhan, proses bursa calon Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang mencerminkan upaya partai untuk memperkuat struktur organisasi di tingkat lokal sekaligus menyiapkan kader‑kader yang mampu bersaing dalam kontestasi politik yang lebih luas. Dengan hadirnya nama-nama seperti Nur Arifah, Fauqi Hapidekso, Umar Sujadi, Badaruddin, serta usulan tambahan dari peserta, dinamika persaingan internal diperkirakan akan berlangsung intens namun tetap berlandaskan pada prinsip keadilan dan transparansi.
Keputusan akhir setelah tahap UKK akan menjadi penentu arah kepemimpinan PKB di Kabupaten Semarang selama enam tahun ke depan. Apapun hasilnya, harapan besar tetap terletak pada kemampuan partai untuk menggalang dukungan massa, meningkatkan kualitas kader, serta memperkuat posisi politik di Jawa Tengah dan tingkat nasional.








