Portal Muria – 16 April 2026 | Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bumirejo yang terletak di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menjadi pilihan utama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mencari hunian terjangkau. Meskipun harga sewanya relatif murah, kondisi sarana dan prasarana gedung kini menimbulkan keprihatinan di kalangan penghuni.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rusunawa Bumirejo, Mutadi, menyatakan bahwa mayoritas penghuni berasal dari wilayah sekitarnya, termasuk Juwana, Jaken, Jakenan, Pucakwangi, hingga Batangan. Sebagian besar warga bekerja sebagai nelayan atau wiraswasta kecil, sehingga kebutuhan akan hunian yang layak sangat penting bagi mereka. “Keadaan seperti ini kami tidak begitu muluk-muluk, memang memperihatinkan,” ujar Mutadi pada Senin, 13 April 2026.
Bangunan Rusunawa Bumirejo berada di bawah naungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati dengan total kapasitas 196 kamar yang terbagi dalam dua blok identik (twin block). Namun, hingga kini baru terisi oleh 53 kepala keluarga, menunjukkan tingkat hunian yang masih jauh dari potensi maksimal. Berikut rincian tarif sewa bulanan yang sudah termasuk air dan listrik:
| Lantai | Tarif (Rp) |
|---|---|
| Lantai 1 dan 2 | 270.000 |
| Lantai 3 | 240.000 |
| Lantai 4 | 220.000 |
| Lantai 5 | 195.000 |
Meski gedung ini merupakan aset Pemerintah Pusat, Mutadi menekankan pentingnya peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam pemeliharaan. “Harapannya Pemda bisa memfasilitasi sedikit banyak perbaikan gedung walaupun gedung aset dari pusat, Pemda ada perhatian. Pemkab bisa memperbaiki sehingga masyarakat bisa tinggal layak dan sejahtera,” ujarnya.
Salah satu penghuni yang telah menetap sejak tahun 2017, Yanti (40 tahun), mengaku merasa terbantu dengan adanya Rusunawa karena belum memiliki rumah pribadi. Namun, ia tidak menutup mata terhadap masalah teknis yang terus mengganggu kenyamanan. “Di sini senyaman-nyamannya, wong nggak punya rumah. Di sini enak, murah, tapi ya bocor,” keluh Yanti, menyinggung kebocoran pada dinding dan atap yang sering terjadi, terutama saat hujan deras.
Kebocoran bukan satu‑satunya masalah; penghuni juga melaporkan kerusakan pada instalasi listrik, lampu jalan yang redup, serta kebersihan lingkungan yang kurang terjaga. Kondisi ini menambah beban mental bagi keluarga yang sudah berjuang mempertahankan pendapatan pasca‑pandemi. Warga menuntut agar pihak Disperkim dan Pemkab segera melakukan renovasi struktural dan perbaikan rutin, agar Rusunawa Bumirejo dapat kembali menjadi hunian yang aman, nyaman, dan layak huni.
Keberlangsungan proyek perumahan bersubsidi seperti Rusunawa Bumirejo sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Tanpa perawatan yang memadai, aset publik berisiko kehilangan fungsi dasarnya, yaitu menyediakan rumah yang layak bagi kelompok ekonomi lemah. Oleh karena itu, para ahli perumahan menekankan pentingnya alokasi anggaran khusus untuk perawatan gedung, serta pembentukan tim inspeksi berkala yang melibatkan perwakilan penghuni.
Dengan tekanan dari warga dan data kondisi yang jelas, diharapkan Pemkab Pati dapat menyusun rencana aksi perbaikan yang terukur, termasuk perbaikan kebocoran, perbaikan instalasi listrik, serta peningkatan fasilitas umum seperti area bermain dan ruang serbaguna. Langkah tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas hidup penghuni, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menyalurkan program perumahan bersubsidi secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, Rusunawa Bumirejo masih menjadi harapan besar bagi keluarga berpendapatan rendah di Juwana dan sekitarnya. Namun, tanpa intervensi perbaikan yang cepat dan tepat, potensi manfaatnya akan terus terhambat. Penghuni, bersama tokoh setempat, berharap agar Pemerintah Kabupaten Pati merespon dengan serius, mengalokasikan dana, dan melaksanakan renovasi yang dibutuhkan, sehingga rumah susun sederhana sewa ini dapat kembali menjadi simbol kenyamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat kecil.













